Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat di Palembang, Sumatera Selatan, mulai berbondong-bondong membeli kue kering khas Lebaran di berbagai toko dan pusat perbelanjaan.
Fenomena ini terlihat dalam beberapa hari terakhir, ketika warga ramai memilih berbagai jenis kue untuk disajikan kepada keluarga dan tamu saat perayaan Lebaran nanti.
Tradisi membeli kue kering menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Kue-kue tersebut biasanya disajikan di ruang tamu sebagai hidangan bagi keluarga maupun tamu yang datang bersilaturahmi pada hari raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sejumlah toko kue dan pusat oleh-oleh di Palembang, berbagai jenis kue kering tampak tersusun rapi dalam toples-toples plastik. Mulai dari kue klasik hingga variasi modern, semuanya menjadi incaran pembeli yang ingin melengkapi hidangan Lebaran di rumah.
Beberapa jenis kue yang paling banyak diminati masyarakat di antaranya nastar, putri salju, kastengel, kue semprit, hingga lidah kucing. Selain itu, terdapat pula kue kering lain seperti bangkit susu, choco stick, dan berbagai kue kering warna-warni yang banyak diminati anak-anak.
Salah seorang warga Palembang, Salsa, mengaku sengaja datang lebih awal untuk membeli kue Lebaran agar tidak kehabisan. Ia mengatakan kue kering sudah menjadi tradisi wajib di keluarganya setiap Idulfitri.
"Kalau Lebaran itu rasanya belum lengkap tanpa kue kering di meja tamu. Biasanya saya beli nastar, putri salju, sama kastengel karena itu yang paling disukai keluarga," ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Heru, yang membeli beberapa toples kue untuk menyambut tamu saat Lebaran nanti.
"Setiap tahun pasti beli kue Lebaran. Selain untuk keluarga, juga untuk suguhan tamu yang datang bersilaturahmi. Biasanya yang paling cepat habis itu nastar dan lidah kucing," katanya.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap kue kering menjelang Idulfitri juga membawa berkah bagi para pedagang. Dalam beberapa pekan terakhir, penjualan kue kering mulai mengalami peningkatan seiring semakin dekatnya hari raya.
Bagi masyarakat, kue kering bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga memiliki makna kebersamaan dan keramahan saat Lebaran. Hidangan tersebut menjadi simbol penyambutan hangat kepada tamu yang datang bersilaturahmi, sekaligus melengkapi suasana perayaan Idulfitri bersama keluarga.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di Detikcom.
(dai/dai)











































