Lailatul Qadar dikenal sebagai malam paling mulia dalam Islam, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Namun tahukah, keistimewaan malam ini bukan sekadar cerita turun-temurun, melainkan telah ditegaskan langsung oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an dan diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW dalam hadits shahih. Lantas, apa saja dalil Lailatul Qadar yang dimaksud?
Sebagai panduan, detikSumbagsel telah merangkum ayat Al-Qur'an dan hadits yang menjadi dalil Lailatul Qadar berikut ini!
Dalil Lailatul Qadar dalam Al-Qur'an dan Hadits
Dilansir dari penelitian UIN Suska Riau, Lailatul Qadar bukan sekadar malam istimewa yang dikenal secara turun-temurun. Kemuliaan malam ini telah ditegaskan langsung oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an dan diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW dalam hadits shahih. Berikut dalil-dalil Lailatul Qadar yang wajib diketahui setiap Muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. QS. Ad-Dukhan Ayat 3-5
Dalil pertama tentang Lailatul Qadar termuat dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3-5. Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ
"Sesungguhnya Kami menurunkannya (al-Qur'an) pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, yaitu urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus Rasul-rasul." (QS. Ad-Dukhan: 3-5)
Ayat ini menegaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur'an sekaligus malam ditetapkannya segala urusan yang penuh hikmah oleh Allah SWT.
2. QS. Al-Qadr Ayat 1-5
Dalil paling populer tentang Lailatul Qadar terdapat dalam Surah Al-Qadr. Allah SWT berfirman:
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari pada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Roh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbitnya fajar." (QS. Al-Qadr: 1-5)
Surah Al-Qadr secara khusus menggambarkan keagungan malam ini. Siapapun yang mempersiapkan diri untuk menyambut dan beribadah pada malam Lailatul Qadar, maka nilai ibadah dan pahalanya pada malam itu melebihi nilai pahala beribadah selama seribu bulan.
Dilansir dari jurnal Kajian Islam Al Kamal oleh Khoirurroziqin, kata qadar dalam surah ini menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah memiliki empat makna sekaligus.
Pertama, penetapan, yaitu Allah menetapkan perjalanan hidup manusia selama satu tahun ke depan. Kedua, pengaturan, yaitu Allah mengatur strategi dakwah Nabi Muhammad SAW. Ketiga,
kemuliaan, karena malam itu adalah malam diturunkannya Al-Qur'an. Keempat, sempit, karena begitu banyaknya malaikat yang turun ke bumi hingga bumi terasa sesak.
3. QS. Al-Baqarah Ayat 185
Dalil ketiga yang mempertegas bahwa Lailatul Qadar terjadi di bulan Ramadhan terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 185. Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk-petunjuk itu serta pembeda antara yang haq dan yang bathil." (QS. Al-Baqarah: 185)
Ketiga ayat di atas yakni QS. Al-Qadr, QS. Ad-Dukhan, dan QS. Al-Baqarah, merujuk pada satu objek yang sama, yaitu lailah mubarakah atau malam yang penuh keberkahan yang tidak lain adalah Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
4. Hadits HR. Al-Bukhari
Selain dalil dari Al-Qur'an, keutamaan Lailatul Qadar juga ditegaskan dalam hadits shahih Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari:
مَن قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِه
"Siapa yang beribadah pada malam Qadar dengan penuh keimanan dan perhitungan, maka akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari)
Hadits ini menjelaskan bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa hamba-Nya yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan melakukan shalat dan amalan-amalan lain yang mendekatkannya kepada Allah SWT, dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan ridha-Nya, bukan karena riya kepada manusia.
5. Dalil dari Hadits Nabi SAW tentang Waktu Lailatul Qadar
Selain dalil dari Al-Qur'an, Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk langsung tentang kapan umat Islam harus mencari malam mulia ini. Hadits tersebut bersumber dari riwayat Aisyah radhiyallahu 'anha, di mana Rasulullah SAW bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
"Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari)
Terjadinya Lailatul Qadar di malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap. Adapun malam-malam ganjil yang dimaksud dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.
Lailatul Qadar itu sebenarnya disembunyikan waktunya agar umat Islam terus bersemangat mencarinya setiap tahun, terutama pada akhir Ramadhan di malam-malam ganjil.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































