Menteri Pertahanan Iran Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS-Israel

Internasional

Menteri Pertahanan Iran Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS-Israel

Yogi Ernes - detikSumbagsel
Selasa, 03 Mar 2026 17:41 WIB
Smoke rises following an explosion, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Tehran, Iran, March 1, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY     TPX I
Foto: Israel Lanjutkan Gelombang Serangan, Langit Teheran Dipenuhi Asap (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Jakarta -

Iran terus diserang habis-habisan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS). Terbaru, Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Dilansir Reuters dan Al Arabiya, Sabtu (28/2/2026), laporan dari dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel menyebut Nazirsadeh tewas dalam serangan Israel di Iran hari ini. Selain Nazirsadeh, Komandan Garda Revolusi Iran Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas.

Belum ada keterangan resmi dari tewasnya Menhan dan Komandan Garda Revolusi Iran. Pihak Iran dan Israel belum memberikan keterangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, AS dan Israel telah melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu Iran. Serangan itu diklaim itu menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran.

Pernyataan video terpisah telah dirilis oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, yang juga mengisyaratkan dukungan terhadap upaya perubahan pemerintahan di Teheran.

ADVERTISEMENT

Iran menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan. Militer berjanji untuk membalas dan melancarkan serangan balasan. Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.

Rentetan ledakan mengguncang sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, hingga Kuwait semuanya melaporkan rentetan ledakan setelah AS bersama Israel menyerang Iran.

Di sisi lain, pasukan militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menghancurkan pusat komando Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Washington juga menyebut pertahanan udara dan lokasi peluncuran rudal Teheran telah dihancurkan.

AS dan Israel melancarkan gelombang serangan terkoordinasi terhadap Iran sejak Sabtu (28/2) waktu setempat. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk. Aksi saling serang itu masih berlanjut hingga kini.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (3/3/2026), mengumumkan target-target di Iran yang berhasil dihancurkan oleh serangan pasukannya beberapa waktu terakhir.

"Pasukan AS telah menghancurkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam, kemampuan pertahanan udara Iran, lokasi peluncuran rudal dan drone, dan lapangan terbang militer selama operasi berkelanjutan," kata CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X pada Selasa (3/3).




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads