TNKS Turunkan Tim Usai Warga Musi Rawas Tewas Diterkam Harimau

Sumatera Selatan

TNKS Turunkan Tim Usai Warga Musi Rawas Tewas Diterkam Harimau

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Minggu, 01 Mar 2026 06:30 WIB
Ilustrasi hewan karnivora
Foto: Ilustrasi harimau (Getty Images/iStockphoto/Ondrej Prosicky)
Musi Rawas -

Setelah mendapatkan kabar adanya pria paruh baya di Musi Rawas yang tewas diterkam harimau, pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah V Lubuklinggau pun langsung menurun tim untuk mengecek lokasi tersebut.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Balai Besar TNKS Lubuklinggau, Faried mengatakan pihaknya sudah mendatangi rumah duka untuk mencari informasi terkait penyerangan harimau tersebut.

"Tim TNKS sudah mendatangi rumah duka inti melihat kondisi yang terjadi sebenarnya sekaligus menyampaikan duka cita atas kejadian yang terjadi," katanya, Sabtu (28/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Informasi yang didapat, korban yang bernama Sahanan (45) ini memang biasanya mencari ikan di dalam kawasan hutan TNKS. Setelah itu biasanya dia pulang ke rumah. Tapi tadi malam beliau tidak pulang dan akhirnya disusul oleh keluarganya ke dalam," sambungnya.

Faried menjelaskan akses untuk masuk ke dalam lokasi tersebut merupakan wilayah kawasan hutan TNKS hingga memakan waktu sekitar 2 jam dari arah Dusun Sri Pengantin untuk bisa sampai kesana

ADVERTISEMENT

"Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 01.00 WIB di tepi Sungai Bal. Kalau dilihat berdasarkan luka yang dialami korban, terlihat itu akibat serangan hewan buas yang diindikasikan ke arah harimau," ungkapnya.

Kondisi korban sendiri terlihat mengenaskan yakni kepala dan tangan korban sudah putus. Kemudian bola mata, hidung, rambut, telinga korban sudah hilang dari kepalanya. Dada korban mengalami luka robek serta lehernya sudah habis dan hanya tersisa daging di dada atas sebelah kanan. Paha sebelah kiri korban juga mengalami luka robek lebih kurang 40 cm.

Faried menambahkan ia mendapat informasi dari warga bahwa ditemukan sejumlah bekas jejak kaki harimau di tempat kejadian. Meskipun begitu, pihaknya tetap akan turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi tersebut untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Kalau informasinya dari warga ada jejak kaki harimau. Nah ini kami belum ke lokasi, apakah hari ini atau besok kawan-kawan mau masuk ke dalam untuk ngecek TKP. Yang jelas harus dipastikan dulu kebenarannya," ucapnya.

Kendati demikian, Faried mengaku pihaknya juga pernah mendapati adanya jejak kaki harimau di sekitar lokasi saat melakukan aktivitas pengawasan beberapa waktu yang lalu.

"Karena daerah itu kan TNKS. Kawan-kawan juga pernah mendapati jejak kaki hewan di sekitar lokasi beberapa waktu lalu. Karena itu, sebenarnya masyarakat tidak diperbolehkan masuk ke dalam kawasan hutan TNKS karena masih banyak hewan buas, apalagi berpergian sendirian," tuturnya.

"Cuma masyarakat kadang-kadang masih ingin mencari ikan atau keperluan lainnya di sana. Maka dari itu kita imbau masyarakat agar tidak memasuki daerah tersebut untuk saat ini karena ditakutkan kejadian ini terulang kembali," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, pria di Musi Rawas, Sumatera Selatan bernama Sahanan alias Anan (45) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Diduga korban tewas akibat diterkam oleh harimau saat ia pergi mencari ikan sendirian.

Korban ditemukan tewas di pinggir Sungai Bal, Dusun Sri Penganten, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas, Sumatera Selatan pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Diketahui pada Jumat (27/2/2026) siang hari, korban pergi ke Sungai Bal untuk mencari ikan. Namun hingga malam sekitar pukul 21.00 WIB, korban tidak pulang ke rumahnya sehingga pihak keluarga dan warga pun mencarinya.

Setelah dilakukan pencarian, akhirnya warga menemukan mayat dengan kondisi mengenaskan di pinggir Sungai Bal. Setelah diidentifikasi, ternyata benar mayat tersebut adalah Anan.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads