Sinergi kampus dan industri energi di Sumatera Selatan kian menguat. UIN Raden Fatah Palembang resmi menjalin kerja sama dengan PT PLN Nusantara Power UBP Bukit Asam yang membuka peluang magang, beasiswa hingga riset bersama bagi mahasiswa dan dosen.
Kesepakatan yang diteken Rabu (25/2/2026) itu tak sekadar seremoni. Kedua pihak menegaskan kerja sama ini akan langsung ditindaklanjuti lewat program konkret, terutama untuk mendukung kebutuhan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr Muhammad Adil, mengatakan kolaborasi dengan dunia industri menjadi langkah penting agar mahasiswa tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terpenting bukan hanya penandatanganan dokumen, tetapi implementasinya. Mahasiswa harus benar-benar merasakan manfaatnya," ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa membutuhkan ruang aktualisasi melalui program magang dan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Lewat kerja sama ini, mahasiswa berkesempatan menjalani magang langsung di lingkungan PLN Nusantara Power.
Selain membuka akses magang, pihak perusahaan juga menyiapkan program beasiswa. Skema dan mekanismenya akan dibahas lebih lanjut bersama kampus agar tepat sasaran. Tak hanya mahasiswa, dosen juga didorong memanfaatkan kemitraan ini untuk menjalankan tridarma perguruan tinggi.
"Riset kolaboratif akan diperluas ke berbagai fakultas, seperti Sains dan Teknologi, Psikologi, hingga Ekonomi dan Bisnis. Bahkan penelitian untuk jenjang S2 dan S3 juga terbuka, terutama yang relevan dengan kebutuhan perusahaan," katanya.
Manager PT PLN Nusantara Power UBP Bukit Asam, Fachmi Wibowo, mengatakan pihaknya siap mendukung pengembangan akademik civitas kampus.
"Selain beasiswa dan magang, perusahaan juga membuka peluang kerja sama penerbitan buku dan hasil penelitian," ujarnya.
Ia menilai banyak bidang keilmuan yang bisa terhubung dengan sektor industri energi, mulai dari hubungan industrial, komunikasi, jurnalistik hingga kajian teknis pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
"Kerja sama ini juga menyasar isu strategis energi terbarukan. Pengembangan biomassa dan energi bersih menjadi salah satu fokus yang bisa dikaji bersama, termasuk aspek sosial dan kebijakan yang menyertainya," tuturnya.
Lewat kolaborasi ini, kampus dan industri berharap lahir sumber daya manusia yang lebih siap terjun ke dunia kerja sekaligus riset-riset inovatif yang mendukung transisi energi di Sumatera Selatan.
(dai/dai)











































