Puncak hujan di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, diprediksi terjadi hingga Maret mendatang. Status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor yang berakhir 28 Februari, diusulkan diperpanjang hingga musim hujan berakhir.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG Staklim, kemungkinan puncak musim hujan terjadi Maret nanti. Maka, dalam waktu dekat kami akan rapat dengan tim TRC PB OKU melaksanakan kaji cepat dan memberikan rekomendasi kepada Pak Bupati untuk memperpanjang status siaga bansor sampai dengan Mei 2026," ujar Kepala Pusdalops BPBD OKU Gunalfi, Kamis (19/2/2026).
Perpanjangan itu diambil sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Musim hujan secara umum diperkirakan berlangsung hingga Mei mendatang," katanya.
Menurutnya, perpanjangan status siaga darurat ini untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah, aparat keamanan, serta relawan kebencanaan dalam menghadapi potensi bencana.
"Agar langkah-langkah mitigasi dapat terus dimaksimalkan," ujarnya.
Hujan yang terjadi beberapa hari terkhir juga terpantau mengakibatkan kenaikan debit Sungai Ogan. Meski begitu, kenaikan air masih belum tinggi dan mengakibatkna banjir.
"Kondisi Sungai Ogan masih stabil, meski hujan terjadi beberapa hari terkahir," ungkapnya.
Meski begitu, pihaknya mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan, agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila melihat tanda-tanda potensi longsor.
(csb/csb)











































