Tiang pancang Jembatan P6 Lalan di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, yang masih tahap konstruksi kembali ambruk diduga tertabrak angkutan batu bara. Kejadian ini menjadi yang kedua kalinya.
"Iya benar (tiang pancang roboh). Rencananya, kami tanggal 19 Februari 2026 akan rapat untuk menindaklanjuti hal ini," ujar Asisten I Sumsel Apriyadi saat di konfirmasi, Selasa (17/2/2026).
Ambruknya tiang pancang itu dipastikan menghambat progres pembangunan jembatan. Terlebih, insiden ini berulang, setelah sebelumnya terjadi beberapa pekan lalu atau pada 22 Januari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden kedua terjadi pada 15 Februari lalu, mengakibatkan 2 tiang roboh.
Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Musni Wijaya mengungkapkan akan mengambil langkah tegas pasca dua kali kejadian tiang pancang ambruk akibat angkutan batu bara.
Dia menyebut, akan memanggil sejumlah pihak terkait insiden itu.
"Perusahaan penabrak dan pemda akan kita panggil, " katanya.
Diketahui, tiang Jembatan P6 Lalan yang dibangun Pemkab Muba ditabrak tongkang batu bara pada Agustus 2024. Akibat tabrakan itu, bentang tengah jembatan ambruk.
Pemprov Sumsel bersama Pemkab Muba pada saat itu meminta perusahaan penabrak bertanggung jawab. Termasuk sejumlah perusahaan yang memanfaatkan alur Sungai Lalan dimintai kontribusinya.
Perusahaan-perusahaan itu tergabung dalam AP6L atau Asosiasi Pengguna Alur Sungai Lalan.
Pembangunan sempat terhenti akibat dana patungan tak terkumpul, meski Gubernur Sumsel Herman Deru telah melakukan ground breaking. Komitmen yang tak terlaksana membuat Pemprov Sumsel menutup akses tersebut hingga akhirnya dibuka kembali usai AP6L berhasil mengumpulkan dana.
(dai/dai)
