Membaca niat puasa Ramadan diperlukan sebagai penentu sah tidaknya ibadah yang dilakukan. Karena itu, setiap muslim hendaknya berniat terlebih dahulu ketika akan menjalankan ibadah puasa tahun 2026.
Niat merupakan syarat utama ibadah puasa dilakukan. Mayoritas ulama mensyaratkan niat puasa dibaca setiap hari. Namun, ada juga yang membolehkan membaca niat satu kali selama Ramadan.
Dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya milik R. Syamsul dan M. Nielda, rukun puasa ada dua yakni niat dan meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa. Kedudukan niat sama halnya dengan ibadah lain seperti salat, zakat dan haji.
Tata Cara Niat Puasa Ramadan
Menurut Abdul Somad dalam buku 30 Fatwa Seputar Ramadan, tidak disyaratkan untuk melafalkan niat. Alasannya karena niat berada di dalam hati. Ketika seseorang bertekad dalam hatinya untuk melaksanakan puasa, maka itu sudah lebih dari cukup.
Meskipun hanya sekedar terbangun pada waktu sahur dan berniat akan melaksanakan puasa atau minum agar tidak haus saat siang, maka niatnya sudah cukup. Barangsiapa yang tidak melakukannya pada malam hari atau saat sahur, maka puasanya bisa tidak sah.
Niat Puasa Ramadan Arab, Latin, dan Arti
Para ulama menjabarkan dengan jelas persoalan niat dari teks bacaan hingga aturannya. Inilah bacaan niat puasa Ramadan Arab Latin sebelum waktu imsak datang.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat puasa besok untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."
Simak Video "Menyambut Idul Fitri dengan Jiwa Fitri dan Digital Ethics"
(mep/mep)