Menjelang perayaan Imlek 2026, tempat ibadah seperti kelenteng di Palembang sudah mulai dipadati. Kedatangan umat ini untuk sembahyang kepada Sang Pencipta.
Meski sembahyang Tahun Baru Imlek baru akan dimulai pada malam hari, tepatnya pukul 00.00 WIB, namun, sejak sore hari, Kelenteng Dewi Kwan Im sudah mulai berdatangan.
Alasan mereka beragam, datang lebih awal klenteng untuk melakukan sembahyang yakni agar malamnya bisa berkumpul saat makan malam bersama dan ada juga karena pagi akan sembahyang lagi ke kelenteng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang dilakukan warga keturunan Tionghoa Nurma, ia memilih datang sejak sore hari ke kelenteng untuk menyambut Tahun Baru Imlek.
"Tidak ada masalah mau datang pukul berapa. Memang puncaknya malam nanti tapi nanti mau kumpul keluarga jadi memilih untuk sembahyang lebih dulu ke kelenteng," katanya.
Di tahun Kuda Api ini, ia berharap ekonomi Indonesia lebih baik lagi, rezeki yang berlimpah dan diberi kesehatan.
"Berharap Indonesia aman, damai dan tentram. Ekonomi lebih baik lagi agar semua rakyat Indonesia sejahtera dan makmur," katanya.
Pengurus Kelenteng Dewi Kwan Im, Budi mengatakan, perayaan Tahun Baru Imlek diawali dengan sembayang pada leluhur terlebih dahulu di rumah, setelah itu kumpul keluarga dan makan bersama, dilanjutkan dengan berjalan- jalan atau belanja dahulu baru nanti setelah itu baru ke kelenteng untuk sembahyang pada dewa.
"Di sini ada 12 altar yang digunakan untuk sembahyang di antaranya, sembahyang Tuhan Tikong, kemudian ke Dewa Maco dan sembahyang ke Dewi Kwan Im dan dilanjutkan sembahyang ke dewa-dewa lainnya," ujarnya.
Menurut Budi, untuk sembahyang akan dimulai pada dini hari nanti atau pukul 00.00 WIB. "Tidak ada masalah mau datang jam berapa tapi puncaknya pukul 00.00 WIB," ujarnya.
(dai/dai)











































