Pendaftaran bakal calon Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi ditutup. Sebanyak 13 orang tercatat mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi pimpinan kampus teknologi tersebut.
Penutupan pendaftaran dilakukan pada Sabtu, 14 Februari 2026. Para pendaftar berasal dari internal Itera maupun sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Itera, Abdul Rajak, mengatakan seluruh berkas pendaftaran yang masuk akan diverifikasi sebelum ditetapkan sebagai bakal calon yang lolos tahap administrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selanjutnya panitia akan melakukan verifikasi dan penilaian kelengkapan dokumen sebagai bagian dari tahap penjaringan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).
Sejumlah nama berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Itera sendiri. Selain itu, ada pula pendaftar dari Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Panitia menjadwalkan pengumuman bakal calon yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi akan disampaikan pada 6 April 2026 melalui laman resmi pemilihan rektor Itera.
Proses pemilihan rektor ini dilakukan untuk menentukan pimpinan Itera periode mendatang. Panitia memastikan seluruh tahapan dilaksanakan secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun 13 pendaftar bakal calon Rektor Itera berdasarkan urutan abjad yakni:
1. Ar. Roy Candra P Sigalingging (Itera)
2. Dewi Larasati (Institut Teknologi Bandung/ITB)
3. Baginda Parsaulian (UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi)
4. Sunarsih (Itera)
5. Ikah N. P. Permanasari (Itera)
6. Hadi Teguh Yudistira (Itera)
7. M. Bobby Rahman (Itera)
8. Aswan (ITB)
9. Elfahmi (ITB)
10. Fahmi (Universitas Sumatera Utara/USU)
11. M. Faiz Syuaib (Institut Pertanian Bogor/IPB)
12. Emir Mauludi Husni (ITB)
13. Ismunandar (ITB)
(dai/dai)











































