Mengungkap Sisi Lain Pulau Kemaro: Antara Petilasan dan Objek Wisata

Sumatera Selatan

Mengungkap Sisi Lain Pulau Kemaro: Antara Petilasan dan Objek Wisata

Ani Safitri - detikSumbagsel
Minggu, 15 Feb 2026 18:30 WIB
Vihara utama di Pulau Kemaro, Palembang Klenteng Hok TJing Rio atau lebih dikenal dengan Klenteng Kwan Im
Vihara utama di Pulau Kemaro, Palembang Klenteng Hok TJing Rio atau lebih dikenal dengan Klenteng Kwan Im (Foto: Desti Wulandari)
Palembang -

Pulau Kemaro telah lama dikenal sebagai ikon pariwisata di tengah Sungai Musi, Palembang. Namun, di balik kemegahan Pagoda sembilan lantainya, terdapat pergeseran menarik mengenai fungsi pulau ini bagi para pengunjungnya, apakah sebagai tempat ibadah yang sakral atau sekadar destinasi foto-foto?

Juru kunci Pulau Kemaro, Burhan mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas pengunjung yang datang lebih didominasi oleh wisatawan ketimbang peziarah religi.

"Memang kebanyakannya bisa 80% atau 85% mereka wisata. Hanya 15%an yang ibadah maupun yang berdoa di dalam," ujar Burhan saat ditemui detikSumbagsel, Sabtu (14/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu poin penting yang sering disalahpahami oleh masyarakat adalah keberadaan situs yang dianggap makam di pulau tersebut.

Burhan mengklarifikasi bahwa situs yang ada merupakan sebuah makom atau petilasan, yang berfungsi sebagai simbol penghormatan, bukan makam yang berisi jasad.

ADVERTISEMENT

"Itu bukan makam, makom, petilasan. Hanya simbol, bukan ada jasadnya," jelasnya.

Perbedaan status ini pula yang menurutnya membuat sebagian kalangan masyarakat, khususnya dari kalangan tertentu yang memegang teguh keyakinan secara berlebihan, merasa tidak yakin untuk berziarah ke sana karena ketiadaan jasad secara fisik.

Meski kini lebih populer sebagai destinasi wisata budaya dan swafoto, pihak pengelola tetap berupaya menjaga nilai-nilai spiritualitas di Pulau Kemaro.

Sejak pembangunan pagoda pada tahun 2006 di era Wali Kota Eddy Santana, pulau ini memang dirancang untuk 'hidup' kembali melalui program Visit Musi.

Hingga kini, seluruh perawatan area pulau dilakukan secara mandiri oleh pihak yayasan pengelola.

"Harapan kita, pulau ini kita bangun semakin maju, mudah-mudahan ke depannya lebih maju gitu aja," ujarnya.


Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads