Sampel Menu MBG Diduga Penyebab Keracunan di Ponpes Ogan Ilir Dicek

Sumatera Selatan

Sampel Menu MBG Diduga Penyebab Keracunan di Ponpes Ogan Ilir Dicek

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 11 Feb 2026 06:40 WIB
Sampel Menu MBG Diduga Penyebab Keracunan di Ponpes Ogan Ilir Dicek
Foto: Salah satu santri Ponpes Al-Ittifaqiah Ogan Ilir dirawat di RS usai menyantap menu MBG (Dok. Istimewa)
Palembang -

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan menyebut 10 santri Ponpes Al-Ittifaqiah yang diduga keracunan usai menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah diperbolehkan pulang.

"Dari total 15 orang yang keracunan, informasi dari Dinkes Ogan Ilir, 10 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Sedangkan 5 orang lainnya masih dalam perawatan," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dedy Irawan saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).

Dinkes Ogan Ilir, katanya, telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan itu untuk memastikan apakah keracunan itu akibat menu MBG yang disajikan atau karena hal lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dinkes sudah mendatangi ponpes untuk melakukan investigasi. Dinkes juga sudah mengambil sampel muntahan, sampel makanan juga diambil untuk diperiksa di lab," katanya.

ADVERTISEMENT

Sementara untuk 5 orang lain yang masih dalam perawatan, dia belum mendapat informasi dari Dinkes Ogan Ilir terkait kondisinya.

"Kalau info terakhir masih dirawat, untuk malam ini saya belum dapat informasi selanjutnya," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, tujuh orang harus menjalani perawatan intensif di RS Ar Royan, salah satunya wali santri.

Diketahui peristiwa itu terjadi pada Senin (9/2/2026). Humas RS Ar Royan, Iklim Cahya, membenarkan adanya belasan pasien santri yang masuk RS usai makan MBG dan tujuh dirawat di RS itu.

"Berdasarkan keterangan dokter yang merawat, ada indikasi salah makan. Alhamdulillah, kondisi pasien saat ini sudah mulai membaik, ada 7 yang dirawat ," katanya kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads