Syirik merupakan perbuatan maksiat sekaligus dosa besar dalam agama Islam. Terdapat dua jenis syirik salah satunya syirik ashgar (kecil).
Syirik ashgar adalah bentuk kesyirikan yang tidak mengeluarkan eseorang dari Islam tetapi tergolong sebagai penyakit hati yang halus namun berbahaya.
Dilansir dari buku Membongkar Akar Penyakit Hati: dari Syirik Kecil hingga Munafik Tersembunyi oleh Sabar Budi Raharjo, para ahli tasawuf menegaskan bahwa penyakit ini adalah salah satu kotoran hati yang termasuk beracun dan dapat menutup pintu keikhlasan (al-Ghazali, n.d.).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut detikSumbagsel sajikan, rangkuman informasi mengenai syirik ashgar. Yuk, simak!
Mengenal Syirik Ashgar (kecil)
Dilansir dari detikHikmah, syirik ashgar (kecil) merupakan bentuk kesyirikan yang terjadi apabila seseorang mencampurkan niat beribadah atau perbuatan baik dengan keinginan untuk mendapatkan pujian dari manusia. Padahal ibadah dan amal yang dilakukan haruslah semata-mata hanya untuk mengharapkan ridha Allah SWT.
Meskipun tidak secara langsung mengeluarkan seseorang dari agama Islam tetapi ini juga merupakan salah satu dosa besar yang dapat mengantarkan kepada syirik akbar (besar)
Bentuk Syirik Ashgar (Kecil)
Syirik kecil ini kemudian terbagi ke dalam dua bentuk utama, yaitu sebagai berikut:
1. Syirik Zahir
Syirik zahir atau syirik yang tampak merupakan bentuk syirik kecil yang dapat terlihat melalui ucapan maupun perbuatan. Salah satu contohnya adalah bersumpah dengan nama selain Allah SWT, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW.
مَن حلَفَ بغَيرِ اللهِ فقدْ كفَرَ أو أشرَكَ
"Barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan" [Abu Daud dalam kitab Al-Iman 3251. At-Tirmidzi dalam kitab An-Nudzur 1535]
2. Syirik Khafi
Syirik khafi (tersembunyi) adalah bentuk kesyirikan yang berkaitan dengan dorongan hati dan niat, seperti riya yang mengharap pujian serta sum'ah yang ingin didengar oleh orang lain, dan perbuatan sejenisnya, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW.
أَخْوَفَ ما أَخافُ عليكُمُ الشِّركُ الأصغرُ، فسئل عنه، فقال: الرِّياءُ
"'Yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil'. Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ditanya tentang syirik kecil tersebut, lalu beliau menjawab: 'ar-riya'." (HR. Ahmad, Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
Cara Mencegah Syirik Ashgar (kecil)
Dikutip dari buku Membongkar Akar Penyakit Hati: dari Syirik Kecil hingga Munafik Tersembunyi oleh Sabar Budi Raharjo, syirik ashgar (kecil) merupakan penyakit yang halus namun berbahaya, oleh karena berikut sejumlah langkah-langkah mencegah syirik ashgar.
1. Menguatkan Rasa Ikhlas dalam Hati
Imam al-Ghazali menekankan pentingnya tashhih an-niyyah (meluruskan niat) sebelum amal dilakukan. Para sufi mengajarkan doa sebelum berbuat amal: "Ya Allah, jadikan amal ini ikhlas karena-Mu, dan jangan Engkau campurkan dengan sesuatu selain-Mu."
2. Zuhud terhadap Pujian dan Celaan
Rasulullah SAW menggambarkan "candu pujian" sebagai bentuk syirik kecil. Tradisi tasawuf memahami zuhud bukan hanya sekadar meninggalkan dunia, melainkan termasuk melepaskan hati dari ketergantungan pada apresiasi manusia. Seseorang harus dapat melatih dirinya untuk bersikap tenang baik saat dipuji atau dicela, agar amal tidak bergantung pada penilaian manusia (al-Ghazali, n.d.).
3. Rutin Berdzikir dan Berdoa
Zikir berperan sebagai pengikat hati dengan Allah. Dengan zikir yang penuh kesadaran, jiwa dapat terlepas dari pujian manusia, karena merasa cukup dengan kedekatan bersama-Nya (Ibn Ata'illah, 2003). Rasulullah SAW juga mengajarkan doa, meminta perlindungan dari syirik.
ALLOOHUMMA INNII A'UUDZU BIKA AN USYRIKA BIKA WA ANA A'LAMU, WA ASTAGH-FIRUKA LIMAA LAA A'LAMU.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu sementara aku menyadarinya, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui.
4. Menghayati Al-Quran sebagai Obat Hati
Para sufi memandang Al-Quran sebagai penyembuh penyakit hati. Banyak ayat-ayat tentang keikhlasan, seperti QS al-Bayyinah [98]: 5
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ٥
Arab latin: wa mâ umirû illâ liya'budullâha mukhlishîna lahud-dîna ḫunafâ'a wa yuqîmush-shalâta wa yu'tuz-zakâta wa dzâlika dînul-qayyimah
Artinya: Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).
Menjadi pengingat jika amal tanpa ikhlas akan kehilangan nilainya. Membaca dan merenungkan ayat-ayat keikhlasan seperti QS al-Bayyinah ini, dapat menjaga hati tetap waspada terhadap syirik kecil.
5. Muhasabah dan Sadar Pengawasan Allah
Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, muhasabah (introspeksi) dan muraqabah (merasa diawasi Allah) adalah kunci utama menjaga hati dan ria. Muhasabah membantu seseorang menyaring dorongan pujian dan amal, sedangkan muraqabah menanamkan kesadaran bahwa senantiasa Allah SWT selalu mengawasi kita.
Demikian informasi mengenai syirik ashgar (kecil). Mari kita jauhkan diri kita dari syirik ashgar dan syirik akbar. Semoga bermanfaat.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Penjelasan Dokter soal Donor Hati"
[Gambas:Video 20detik]
(csb/csb)











































