Banjir terjadi di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Tak hanya merendam permukiman warga, akses jalan lintas Sumatera juga terdampak. Tinggi banjir berkisar 20 cm-70 cm.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD OKU Dadi Sutiadi mengatakan banjir itu terjadi akibat turunnya hujan sejak Rabu (4/2) malam hingga Kamis dini hari, di beberapa titik wilayah OKU. Banjir terjadi di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Semidang Aji.
"Iya, banjir terjadi di Desa Ulak Pandan, Semidang Aji, akibat intensitas hujan sedang hingga lebat dalam waktu yang cukup lama. Kemudian, adanya aliran anak sungai dari arah tebing yg masuk ke perkampungan di Desa Ulak Pandan, yang tidak tertampung oleh saluran drainase," ujarnya Dadi saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya yang baru mendapat informasi pukul 02.00 WIB, langsung menurunkan personel untuk penanganan, melakukan kaji cepat dan pendataan terhadap dampak banjir.
"Dari data tim di lapangan, ada 40 rumah yang dihuni 40 KK atau sebanyak 160 jiwa yang terdampak banjir. Kemudian jalinsum juga terdampak sepanjang 100 meter," katanya.
"Penghitungan nilai kerugian dari personel di lapangan akibat banjir ini diestimasikan sekitar Rp 40 juta," sambungnya.
BPBD OKU juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti TNI, POLRI, aparatur kecamatan, desa, dan warga yang terdampak banjir. Peralatan juga telah dibawa ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dan melakukan pendataan.
"Pusdalops BPBD OKU juga melakukan pemantauan terhadap cuaca 1x24 jam sekaligus mendistribusikan peringatan dini ke masyarakat OKU dan instansi terkait lainnya. Kita juga melakukan pemantauan terhadap TMA Sungai Ogan dan Sungai Lengkayap," katanya.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan tim gabungan kini juga ikut membantu membersihkan sebagian rumah warga yang sudah surut, seusai terdampak banjir semalam.
"Tim gabungan juga masih membantu warga untuk membersihkan rumah warga yang terdampak akibat banjir semalam. Untuk ruas jalan sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat," ujarnya.
(csb/csb)











































