PerumdaTirtaBetuahBanyuasin memastikan perbaikan pipa transmisi yang sempat terlepas di wilayah Merah Mata telah tuntas dikerjakan. Saat ini, proses distribusi air bersih ke pelanggan di Kelurahan Kenten Laut tengah memasuki tahap normalisasi.
Direktur Utama Perumda Tirta Betuah Banyuasin Hendra Gunawan mengatakan penyambungan kembali pipa selesai dilakukan pada Rabu malam. Selanjutnya, pihaknya melakukan proses normalisasi tekanan air sebelum dialirkan penuh ke pelanggan.
"Alhamdulillah, perbaikan pipa yang terlepas sudah selesai tadi malam. Sekarang tinggal proses normalisasi sekitar 12 jam sebelum air kembali mengalir ke kurang lebih 4.000 pelanggan di Kenten Laut," katanya kepada detikSumbagsel, Kamis (5/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendra menjelaskan, gangguan distribusi air terjadi akibat pecahnya pipa pada jalur transmisi Kenten Laut, tepatnya di kawasan Merah Mata. Kondisi medan yang berupa rawa-rawa membuat posisi pipa tidak tertanam di bawah tanah, sehingga rentan bergerak saat tekanan air meningkat.
"Pipa berada di atas rawa, bukan di dalam tanah. Ketika tekanan air naik, pipa mengalami getaran hingga akhirnya terlepas. Tim kami langsung turun ke lapangan dan melakukan perbaikan semaksimal mungkin," jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Hendra menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak dan berharap pelayanan air bersih segera kembali normal.
"Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Kami sudah mengupayakan secepat mungkin agar suplai air kembali stabil," katanya.
Sementara itu, salah seorang warga Kenten Laut, Fitri, mengaku lega setelah mendapat informasi bahwa perbaikan telah rampung. Selama gangguan berlangsung, ia bersama warga lainnya sempat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih dan terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan MCK.
"Syukurlah sudah diperbaiki. Kemarin kami sampai harus beli air galon terus. Mudah-mudahan sekarang bisa normal lagi," ujarnya.
Fitri juga berharap Perumda Tirta Betuah bersama pemerintah daerah dapat melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kalau memang ada perbaikan, semoga tidak terlalu lama. Air bersih ini kebutuhan utama masyarakat," ungkapnya.
(csb/csb)











































