Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, DKPP Sumsel: Stok Aman

Sumatera Selatan

Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, DKPP Sumsel: Stok Aman

Rika Amelia - detikSumbagsel
Rabu, 04 Feb 2026 17:20 WIB
Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, DKPP Sumsel: Stok Aman
Foto: Pedagang sembako di Pasar Palembang (Rika Amelia)
Palembang -

Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah harga komoditas pangan di pasar tradisional Sumatera Selatan (Sumsel), mulai mengalami kenaikan. Pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan masih aman dan harga dari tingkat produsen hingga pemerintah tetap stabil.

Lilis (48), pedagang cabai dan sayur di Pasar Padang Selasa, mengatakan harga cabai yang sempat turun kini kembali melonjak.

"Untuk harga pangan menjelang Ramadan ini sudah mulai naik, terutama cabai. Padahal sebelumnya harga cabai seminggu kemarin sudah turun Rp 25.000 per kilo untuk cabai merah keriting," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang sudah naik cabai merah keriting Rp 40.000 per kilogram, kalau cabai burung sekarang Rp 68.000 per kilogramnya. Biasanya bakal naik terus hingga menjelang Lebaran nanti," ucapnya.

Emil (60), pedagang sembako di Pasar Ogan mengatakan beberapa bahan pokok yang rutin mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan bisanya minyak goreng, gula, mentega, dan gula merah.

ADVERTISEMENT

"Menjelang Ramadan ini harga sembako yang naik itu biasanya minyak, gula, mentega sama gula merah. biasanya tidak akan turun dan kemungkinan bakal naik lagi menjelang Lebaran nanti. Tapi naiknya tidak banyak paling seribu atau dua ribu per kilogramnya, penyebab naiknya karena permintaan di hari-hari besar tersebut makin banyak sehingga stoknya menipis," katanya.

"Biasanya harga tidak akan turun dan kemungkinan bakal naik lagi menjelang Lebaran. Tapi naiknya tidak banyak, paling seribu atau dua ribu per kilo. Penyebabnya karena permintaan meningkat saat hari-hari besar sehingga stok menipis," jelasnya.

Ema (59), pedagang ayam, menyebut harga ayam saat ini berada di angka Rp 35.000 per kilogram.

"Kalau sudah masuk puasa biasanya bisa naik sampai Rp 45.000 per kilo atau bahkan lebih. Tapi harga ini tidak menentu, biasanya pertengahan puasa turun, lalu naik lagi menjelang Lebaran," katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan, Ruzuan Effendi, menjelaskan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas pangan umumnya dipengaruhi oleh faktor cuaca dan distribusi.

"Untuk beberapa harga komoditi pangan yang naik biasanya karena transportasi dan cuaca hujan. Jika dari pabrik dan pemerintah tidak ada kenaikan dan tetap stabil," ujarnya.

Dia mengatakan adanya kemungkinan oknum pedagang yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk menaikkan harga.

"Kadang memang ada oknum pedagang yang sengaja menaikkan harga di momen tertentu seperti Ramadan ini," katanya.

Ruzuan menegaskan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) apabila ditemukan pedagang yang menahan stok.

"Jika nantinya ditemukan pedagang yang sengaja menahan stok, akan segera kami sidak," tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga berencana menggelar gerakan pasar murah pada awal atau pertengahan bulan Ramadan.

"Kami juga akan mengadakan gerakan pasar murah di awal atau pertengahan Ramadan ini. Harapannya para pedagang jujur dan tidak memberikan informasi yang tidak benar, karena dari pemerintah tidak ada harga pangan yang dinaikkan dan harga akan tetap stabil," tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com




(dai/dai)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads