Sebanyak 6 orang korban ledakan gas tabung LPG 12 Kg yang terjadi di Jalan Ratu Sianum, Lorong Nepos, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan IT II Palembang pada Sabtu (31/1/2026) masih menjalani perawatan di RS Pelabuhan Palembang.
Dari total sembilan korban luka bakar, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, satu korban direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit Tipe A. Sementara, lima lainnya masih menjalani perawatan medis dengan kondisi stabil.
Humas dan Marketing RS Pelabuhan Palembang, dr. Septhia Imelda menjelaskan semula Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Pelabuhan Palembang menerima sembilan pasien dengan luka bakar akibat ledakan gas tabung LPG tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun keenam orang yang masih menjalani perawatan di RS Pelabuhan masing-masing berinisial R (35) dengan luka bakar 25 persen, anak S (10 bulan) luka bakar 20 persen, anak N luka bakar 10 persen, S (63) luka bakar 15 persen, WE luka bakar 70 persen dan WU (21) luka bakar 10 persen.
"Pascakejadian kesembilan orang yang mengalami luka bakar langsung mendapatkan penanganan medis oleh tim dokter dan perawat IGD RS Pelabuhan Palembang, termasuk dokter spesialis bedah, dr. Vidro Alif Gunawan," katanya.
Sephia menjelaskan pasien berinisial M (45) dengan luka bakar 50 persen meninggal dunia di IGD di hari yang sama pada pukul 23.39 WIB, setelah mendapatkan penanganan medis.
"Kondisi luka bakar yang cukup berat menjadi penyebab utama korban meninggal dunia," kata dr Sephia.
Sementara itu, untuk dua korban lainnya yakni pasien berinisial D dan U yang masing-masing mengalami luka bakar 70 persen dan 60 persen, sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Namun, keduanya dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan.
Untuk korban berinisial WE dengan luka bakar 70 persen, saat ini masih menjalani perawatan intensif di ICU dan direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit tipe A guna mendapatkan penanganan lanjutan.
"Sedangkan lima pasien lainnya, berinisial R anak S, anak N, S dan WU hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit Pelabuhan dengan kondisi stabil," katanya.
(dai/dai)











































