Bencana tanah longsor terjadi di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Akibatnya, akses jalan desa terputus dan tak dapat dilalui kendaraan. Upaya pembersihan telah dilakukan dengan alat berat.
Kepala BPBD OKU Selatan Indra Gunawan mengatakan kejadian tanah longsor itu terjadi di akses jalan menuju Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sindang Danau. Peristiwa longsor terjadi pada 1 Februari 2026, pukul 20.00 WIB.
"Kita menerima laporan tanah longsor keesokan harinya pukul 16.03 WIB. Longsor mengakibatkan badan jalan tertutup dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan," ujar Indra saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Longsor yang terjadi itu menutup badan jalan sekitar 20 meter. Ketinggian longsoran tanah mencapai 5-7 meter saat awal kejadian.
"Dari proses pembersihan dengan alat berat sejak tadi malam dan pagi tadi, kini longsoran tanah sudah berkisar 3-4 meter. Kita upayakan secepatnya teratasi, sehingga kendaraan dan masyarakat bisa melaluinya," katanya.
Indra menyebut, akses jalan yang terdampak longsor itu merupakan penghubung antara Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sindang Danau dengan Desa Watas, Kecamatan Pulau Beringin.
"Proses pembersihan material tanah longsor selain mengerahkan alat berat, pemerintah desa bersama masyarakat setempat juga ikut membantu bergotong royong dengan alat seadanya," ungkapnya.
Dia memastikan, dalam kejadian itu tak ada korban jiwa maupun kendaraan yang tertimbun longsoran.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, termasuk kendaraan yang tertimpa longsoran juga tidak ada," tukasnya.
(dai/dai)











































