Cara Hitung Simulasi Dana Darurat untuk Keluarga Muda yang Benar dan Cermat

Cara Hitung Simulasi Dana Darurat untuk Keluarga Muda yang Benar dan Cermat

Rika Amelia - detikSumbagsel
Sabtu, 31 Jan 2026 23:00 WIB
Cara Hitung Simulasi Dana Darurat untuk Keluarga Muda yang Benar dan Cermat
Ilustrasi dana darurat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/gece33)
Palembang -

Memasuki kehidupan pernikahan bukan hanya soal menyatukan dua hati, tetapi juga menyatukan perencanaan kehidupan dan keuangan keluarga. Simulasi dana darurat untuk keluarga muda menjadi salah satu hal yang sangat penting karena berbagai kebutuhan tak terduga bisa muncul kapan saja.

Bagi keluarga muda tentu belum memiliki kondisi keuangan yang belum sepenuhnya stabil sehingga risiko finansial akan terasa lebih besar. Tanpa persiapan dana darurat yang matang, situasi darurat sering kali memaksa keluarga mengambil jalan pintas seperti berhutang, yang justru dapat membebani keuangan keluarga dalam jangka panjang.

Oleh karena itu memahami cara menghitung simulasi dana darurat untuk keluarga muda sangat diperlukan agar kondisi keuangan tetap aman dan terkendali. Berikut detikSumbagsel rangkum cara menghitung simulasi dana darurat untuk keluarga muda yang benar. Yuk simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu Dana Darurat?

Dana darurat merupakan cadangan dana yang disimpan secara terpisah dan hanya digunakan untuk kondisi mendesak serta tidak terduga. Sebagaimana dilansir jurnal berjudul Pelatihan Ekonomi Rumah Tangga dan Manajemen Keuangan Keluarga untuk Meningkatkan Kesejahteraan oleh Septi Wifasari dkk dan Manajemen Keuangan Keluarga: Tips Mengelola Keuangan Rumah Tangga bagi Pasangan Muda di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman karya Ali Mutakin dkk.

Dana ini berfungsi sebagai bantalan keuangan agar dana utama keluarga tetap aman ketika terjadi situasi darurat, seperti biaya kesehatan mendadak, kehilangan pekerjaan, atau kenaikan harga kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

Memiliki dana darurat membantu keluarga terhindar dari jeratan utang, terutama pinjaman konsumtif dengan bunga tinggi. Selain itu, kesiapan finansial ini juga berperan menjaga keharmonisan rumah tangga karena dapat mengurangi stres dan konflik yang sering muncul akibat masalah keuangan.

Bagi keluarga muda, dana darurat sangat penting untuk menghadapi berbagai kebutuhan tak terduga, seperti perbaikan rumah atau kejadian mendesak lainnya. Dengan dana darurat yang cukup, keluarga bisa lebih tenang, tidak panik saat krisis, dan tetap menjaga rencana masa depan seperti pendidikan anak.

Cara Menghitung Simulasi Dana Darurat

Dilansir laman Pemerintah Provinsi Jambi, besarnya dana darurat yang dibutuhkan setiap keluarga tidak bisa disamakan karena sangat bergantung pada kondisi keuangan masing-masing. Hal terpenting yang harus dipahami yakni perhitungan dana darurat yang didasarkan pada total pengeluaran bulanan, bukan jumlah gaji.
Pengeluaran ini mencakup biaya rutin seperti cicilan atau sewa rumah, listrik, air, internet serta kebutuhan harian lainnya seperti kebutuhan dapur dan transportasi. Agar lebih mudah untuk dipahami, berikut ini terdapat panduan yang bisa dijadikan referensi untuk menghitung dana darurat berdasarkan finansial:

1. Pasangan Menikah

Pasangan yang sudah menikah atau memiliki tanggungan jumlah dana daruratnya sebaiknya ditingkatkan menjadi 6-12 bulan pengeluaran bulanan karena tanggung jawab dan risiko keuangan lebih besar. Jika pengeluaran keluarga Rp10 juta per bulan, target dana daruratnya sekitar Rp60 juta-Rp120 juta.

2. Lajang/Belum Menikah

Bagi yang belum menikah disarankan memiliki dana darurat sebesar 3-6 bulan pengeluaran bulanan. Misalnya jika pengeluaran per bulannya Rp 4 juta, maka dana darurat ideal harus berkisar di antara Rp 2 juta hingga 24 juta.

3. Orang dengan penghasilan tidak tetap

Para pekerja freelance, wiraswasta atau pengusaha yang memiliki penghasilan tidak tetap,dana darurat yang disarankan lebih besar, yakni minimal 12 bulan pengeluaran bulanan. Cadangan ini penting untuk menghadapi kondisi sepi order atau penurunan bisnis.

Perlu diingat, angka-angka di atas bersifat panduan, bukan aturan mutlak. Kamu tetap perlu menyesuaikannya dengan kondisi pribadi, seperti kestabilan pekerjaan, kondisi kesehatan, serta perlindungan asuransi yang dimiliki agar dana darurat benar-benar sesuai kebutuhan.

Cara Mengumpulkan Dana Darurat

Mengumpulkan dana darurat dari nol memang terasa berat, tetapi bisa dilakukan dengan langkah yang terencana. Mulailah dengan mengevaluasi kondisi keuangan saat ini, mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran bulanan, lalu mengidentifikasi mana yang masih bisa dihemat. Dari data tersebut, tentukan target dana darurat sesuai profil keluarga, lalu pecah target besar menjadi target bulanan agar terasa lebih ringan dan realistis.

Langkah berikutnya adalah menyisihkan dana secara konsisten, biasakan juga menabung di awal setelah menerima gaji, meskipun jumlahnya kecil, misalnya 10 persen dari penghasilan atau mulai dari Rp 200 ribu per bulan. Simpan dana darurat di rekening terpisah atau instrumen yang aman dan mudah dicairkan agar tidak tercampur dengan uang belanja dan tidak tergoda untuk digunakan secara impulsif.

Selain disiplin menabung, penting juga membangun komitmen bersama dalam keluarga. Kurangi pengeluaran yang tidak penting, kelola utang dengan bijak, dan komunikasikan tujuan keuangan kepada pasangan. Dengan konsistensi dan kerja sama, dana darurat dapat terkumpul secara bertahap dan menjadi pelindung keuangan keluarga dari situasi tak terduga.

Nah inilah cara menghitung dan mengumpulkan dana darurat untuk keluarga muda, yang telah detikSumbagsel rangkum. Semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com




(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads