- Tentang Virus Nipah
- Apa Saja Gejala Virus Nipah
- Potensi Risiko Infeksi Virus Nipah di Indonesia 1. Keberadaan Reservoir Alami 2. Perdagangan dan Perjalanan 3. Kesadaran dan Kapasitas Deteksi
- Bagaimana Cara Mencegah Penularan Virus Nipah 1. Waspada Sumber Penularan 2. Selektif Memilih Buah 3. Kebersihan Makanan 4. Hindari Kontak Hewan Terinfeksi 5. Perkuat Imunitas 6. Kewaspadaan Pasca Pulang dari Negara Terdampak
- Bagaimana Cara Mengobati Virus Nipah?
Dalam beberapa hari terakhir, India dilaporkan tengah menghadapi wabah virus Nipah. Sedikitnya lima kasus positif virus Nipah terkonfirmasi membuat sekitar 100 orang harus dikarantina untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Dilansir dari laman World Health Organization (WHO) Virus Nipah (NiV) adalah virus yang menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia melalui kontak dengan penderita terinfeksi.
Setelah lima kasus positif virus Nipah dilaporkan di India, sejumlah negara lain seperti Thailand, Nepal, dan Taiwan turut mengambil langkah cepat sebagai upaya pencegahan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? berikut ini detikSumbagsel sajikan informasi mengenai virus Nipah dilansir dari berbagai sumber. Yuk, simak!
Tentang Virus Nipah
Mengacu pada informasi dari Siloam Hospital, Nipah Virus (NiV) merupakan virus zoonosis, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Virus ini tergolong ke dalam genus Henipavirus dan termasuk dalam famili Paramyxoviridae.
Wabah virus Nipah pertama kali ditemukan pada tahun 1999 di peternakan babi dekat sungai Nipah, Malaysia. Wabah virus ini terjadi akibat adanya penebangan hutan secara masif sehingga menyebabkan kelelawar berpindah ke kawasan peternakan dan mulai menularkan virus tersebut ke babi.
Wabah virus ini hampir terjadi setiap tahunnya pada beberapa negara di benua Asia, terutama di India dan Bangladesh. Lantas, bagaimana situasinya di Indonesia? Dikutip dari detikHealth, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman, mengatakan hingga kini masih belum ada laporan resmi mengenai keberadaan virus Nipah di Indonesia.
"Namun sampai saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia," kata Aji, Senin (26/1/2026).
Apa Saja Gejala Virus Nipah
Berdasarkan penjelasan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, gejala virus ini bervariasi mulai dari sedang hingga berat, di antaranya:
- Sakit kepala
- Batuk
- Radang tenggorokan
- Sulit bernapas
- Demam
- Ensefalitis
- Rasa bingung
- Kantuk
- Kejang-kejang; hingga
- Pembengkakan otak
Gejala virus ini biasanya dirasakan dalam waktu 3 sampai 14 hari. Selain itu, ada kemungkinan jika pasien yang terjangkit virus dari hewan ini bisa mengalami koma dalam waktu 24-48 jam.
Potensi Risiko Infeksi Virus Nipah di Indonesia
Dilansir dari laman Rumah Sakit Pusat Pertamina, sejumlah ahli penyakit menular menyoroti beberapa faktor yang membuat Indonesia tetap siaga dengan potensi virus ini, antara lain:
1. Keberadaan Reservoir Alami
Kelelawar pemakan buah dari famili Pteropodidae dikenal sebagai inang alami virus Nipah. Spesies kelelawar ini tersebar luas di berbagai wilayah tropis, termasuk di Indonesia.
2. Perdagangan dan Perjalanan
Tingginya mobilitas manusia serta perdagangan hewan lintas negara berpotensi menjadi jalur masuk virus ke suatu wilayah.
3. Kesadaran dan Kapasitas Deteksi
Gejala awal infeksi virus Nipah, seperti demam, sakit kepala, dan muntah, seringkali terlihat sama seperti gejala penyakit umum lainnya. Hal ini berisiko menyebabkan keterlambatan diagnosis dan mempercepat potensi penularan.
Bagaimana Cara Mencegah Penularan Virus Nipah
Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berpesan, ada beberapa langkah hal penting yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah kemungkinan penularan virus Nipah di Indonesia, antara lain:
1. Waspada Sumber Penularan
Virus Nipah dapat menular melalui buah atau makanan yang telah terkontaminasi oleh air liur atau urine kelelawar.
2. Selektif Memilih Buah
Masyarakat dilarang untuk mengonsumsi buah yang memiliki bekas gigitan kelelawar.
3. Kebersihan Makanan
Pastikan untuk selalu mencuci bersih dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
4. Hindari Kontak Hewan Terinfeksi
Masyarakat diminta untuk menghindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi virus Nipah.
5. Perkuat Imunitas
Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun, memperbanyak konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan rutin beraktivitas fisik.
6. Kewaspadaan Pasca Pulang dari Negara Terdampak
Bagi masyarakat yang baru kembali dari India atau negara terdampak baik dalam rangka belajar, kerja, atau travelling, wajib untuk waspada selama 14 hari pasca kepulangan. Apabila mengalami dan merasakan gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, atau kejang, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Bagaimana Cara Mengobati Virus Nipah?
Sayangnya, hingga kini masih belum ada vaksin yang teruji secara klinis untuk dapat mengatasi virus Nipah. Meski demikian, upaya pengembangan vaksin terus dilakukan oleh dunia medis.
Merujuk laporan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), pada Desember 2025 kemarin, Universitas Oxford telah melakukan uji klinis fase II terhadap kandidat vaksin virus Nipah. Uji coba tersebut dilakukan di Bangladesh, bekerja sama dengan International Centre for Diarrhoeal Disease Research serta sejumlah pihak lainnya.
Lantas, apa yang harus dilakukan saat virus ini menyerang? Masyarakat dianjurkan untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat. Communicable Diseases Agency (CDA) Singapura menyebut, pasien yang dicurigai telah terinfeksi akan ditempatkan di ruang isolasi khusus.
Demikian informasi mengenai virus Nipah yang saat ini sedang menjadi perhatian sejumlah negara. Semoga artikel ini berguna.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)











































