Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,20%, Lampaui Angka Nasional

Sumatera Selatan

Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,20%, Lampaui Angka Nasional

Ani Safitri - detikSumbagsel
Rabu, 28 Jan 2026 21:21 WIB
Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,20%, Lampaui Angka Nasional
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra (Foto: Istimewa/Humas Pemprov Sumsel)
Palembang -

Ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan performa gemilang pada pengujung tahun 2025. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Bumi Sriwijaya berhasil menyentuh angka 5,20 persen pada Triwulan III-2025, melampaui capaian nasional.

"Pertumbuhan ekonomi kita cukup baik ya, di angka 5,20 persen untuk triwulan III tahun 2025. Angka ini di atas angka nasional yang berada di level 5,04 persen," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Selain pertumbuhan ekonomi yang mumpuni, tingkat inflasi di Sumsel juga diklaim tetap stabil. Berkat koordinasi ketat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), inflasi Sumsel mampu ditekan di angka 2,91 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu perlu kita jaga kondisi ini, termasuk juga inflasi yang terkendali di angka 2,91 persen melalui upaya pengkoordinasian melalui TPID," jelasnya.

Edward menambahkan, capaian positif ini tidak lepas dari rekomendasi dan sinergi bersama Bank Indonesia. Beberapa poin penting seperti mempertahankan momentum pertumbuhan dan penurunan angka kemiskinan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

Rekomendasi dari BI tersebut, lanjutnya, akan menjadi pedoman bagi Pemprov Sumsel dalam menjalankan program-program yang tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), serta diselaraskan dengan program Asta Cita Presiden RI.

"Tadi telah disampaikan beberapa rekomendasi berkaitan dengan bagaimana upaya mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, serta penurunan angka kemiskinan. Itu akan menjadi rujukan pedoman bagi pemerintah daerah," ujarnya.

Meski dibayangi ancaman gejolak global di tahun 2026, Pemprov Sumsel mengaku tetap optimis. Berkaca pada pengalaman sepanjang tahun 2025, sinergi antar-stakeholder dan instansi vertikal dianggap sebagai kunci utama.

"Kita tetap optimis dengan kondisi yang ada, belajar dari pengalaman di tahun 2025. Kita bangun komitmen dari sinergi bersama semua stakeholder, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga instansi vertikal seperti Bank Indonesia," ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads