Demam tanaman hias akhir-akhir ini sedang menjadi trend di kalangan anak muda. Selain berfungsi untuk memperindah ruangan, tanaman hias juga berfungsi sebagai filter alami yang menyediakan udara bersih.
Namun, kendala dalam membudidayakannya cukup banyak, hal ini menjadi alasan orang-orang masih ragu untuk mencobanya.
Mengutip dari jurnal yang berjudul Pengaruh Kebiasaan Merawat Tanaman Hias Terhadap Kondisi Psikologis Seseorang Saat Pandemi Covid-19 karya Audrey Aurellea Artato, terbukti bahwa membudidayakan tanaman hias secara klinis dapat mengurangi kadar stres yang dialami oleh seseorang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih ragu untuk mulai membudidayakan tanaman hias? Berikut detikSumbagsel rekomendasikan 5 tanaman hias yang cocok bagi pemula. Yuk disimak!
5 Jenis Tanaman yang cocok bagi pemula
Daftar Tanaman Yang Cocok Bagi Pemula
Mengutip dari Jurnal Efektivitas Tanaman Sansevieria dalam Menyerap Polutan Udara Karbon Monoksida (CO) di Lingkungan Tertutup, karya Dwiyono Dkk. Menjelaskan, bahwa selain mengandung nilai estetika tinggi, tanaman hias juga berfungsi sebagai filter udara bagi ruangan. Berikut daftar tanaman nya:
1. Lidah Mertua
Lidah Mertua atau Sansevieria sering dijuluki sebagai tanaman yang hampir mustahil untuk dibunuh. Tanaman ini adalah juara bertahan dalam hal ketangguhan. Lidah Mertua memiliki daun yang keras, tegak, dan sukulen yang berfungsi menyimpan cadangan air dalam jumlah banyak.
Keunggulan utama tanaman ini adalah kemampuannya menghasilkan oksigen pada malam hari, menjadikannya pilihan sempurna untuk diletakkan di dalam kamar tidur. Lidah Mertua juga sangat efektif dalam menyerap racun berbahaya seperti benzena dan formaldehida dari udara.
Anda hanya perlu menyiramnya setiap dua atau tiga minggu sekali, tergantung pada tingkat kelembaban ruangan. Tanaman ini bisa bertahan di sudut ruangan yang gelap maupun di area yang terkena sinar matahari terang.
2. Sirih Gading
Jika Anda menyukai tampilan tanaman merambat yang cantik, Sirih Gading adalah pilihan terbaik bagi pemula. Tanaman ini memiliki daun berbentuk hati dengan corak warna hijau dan kuning yang estetik. Sirih Gading sangat populer karena pertumbuhannya yang cepat dan sangat mudah dipantau kondisinya.
Cara merawatnya sangat sederhana. Jika daunnya mulai terlihat sedikit layu, itu adalah sinyal bahwa tanaman membutuhkan air. Segera setelah disiram, daunnya akan kembali segar dan tegak.
Kamu bisa menanamnya di dalam pot gantung atau membiarkannya merambat di rak buku. Kehebatan lain dari Sirih Gading adalah kemampuannya untuk hidup di media air saja tanpa tanah, yang meminimalisir risiko kotor di dalam ruangan.
3. Aloe Vera
Lidah Buaya bukan hanya sekedar tanaman hias, melainkan apotek hidup yang wajib ada di setiap rumah. Sebagai bagian dari keluarga sukulen, Lidah Buaya sangat menyukai cahaya matahari tidak langsung dan tidak membutuhkan banyak air. Daunnya yang tebal berisi gel yang memiliki segudang manfaat, mulai dari mengobati luka bakar ringan hingga menjadi bahan masker kecantikan alami.
Bagi pemula, Lidah Buaya sangat mudah dirawat karena ia akan memberitahu Anda jika kondisinya tidak baik melalui perubahan warna daun. Jika daunnya berubah menjadi coklat, artinya tanaman terkena sinar matahari terlalu tajam.
Jika daunnya terasa lembek, artinya Anda terlalu banyak menyiram. Tanaman ini sangat cocok diletakkan di ambang jendela dapur atau area ruang tamu yang terang.
4. Peace Lily
Jika Anda menginginkan tanaman yang bisa berbunga di dalam ruangan, Peace Lily adalah jawabannya. Tanaman ini memiliki daun hijau gelap yang mengkilap dengan bunga berwarna putih yang anggun.
Peace Lily sangat menyukai kelembaban dan cahaya yang redup hingga sedang. Salah satu karakteristik unik yang memudahkan pemula adalah sifatnya yang dramatis saat kekurangan air.
Peace Lily akan menundukkan seluruh daunnya seolah-olah hampir mati saat kehausan, namun akan segera tegak kembali hanya dalam hitungan jam setelah disiram. Hal ini memudahkan pemiliknya untuk mengetahui jadwal penyiraman tanpa perlu menebak-nebak.
5. Monstera Deliciosa
Monstera telah menjadi ikon tanaman indoor modern dalam beberapa tahun terakhir karena bentuk daunnya yang unik dengan lubang-lubang alami. Meskipun terlihat mewah dan mahal, Monstera sebenarnya sangat ramah bagi pemula. Tanaman ini termasuk tanaman tropis yang tangguh dan bisa tumbuh besar seiring berjalannya waktu.
Monstera hanya perlu disiram ketika bagian atas tanahnya terasa kering saat disentuh. Ia menyukai cahaya matahari yang terfilter, misalnya di balik gorden tipis. Karena pertumbuhannya yang bisa mencapai ukuran besar, Monstera memberikan dampak visual yang kuat di sudut ruangan, membuat interior rumah terasa lebih hidup dan segar seperti di hutan tropis.
Tips Perawatan Tanaman Hias
1. Rutin Untuk Siram Tanaman
Tips pertama yang harus kamu perhatikan adalah pastikan tanaman menerima pasokan air yang cukup. Untuk mengetahuinya, kamu bisa merasakan kelembaban tanah menggunakan jari tangan, jika sudah cukup basah berhenti memberi air.
2. Berikan Pencahayaan Pada Tanaman
Tanaman membutuhkan pencahayaan intens untuk bertumbuh, berilah tempat yang mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk tanaman anda. Letakan tanaman di tempat yang bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup
3. Pilihlah Media Tanam Yang Berkualitas
Untuk mendapatkan tanaman hias yang sehat, kamu perlu menyiapkan media tanam yang berkualitas, gunakan campuran tanah yang bagus, contohnya campuran tanah, sekam, dan sedikit pupuk organik. Namun, sesuaikan juga dengan kebutuhan dari tanamanan yang sedang dibudidayakan.
Selain media tanam, pot juga harus diperhatikan, jika akar sudah mulai membesar, ganti dengan pot yang baru dan gunakan juga pot yang memiliki lubang di bawahnya, agar air siraman tidak mengendap dibawah tanah.
4. Gunakan Pupuk Untuk Nutrisi Tambahan
Ketika menyiram air ke tanaman, nutrisi tumbuhan semakin lama akan semakin berkurang, untuk mengembalikannya, anda harus rutin memberikan pupuk agar tanaman tidak mudah mati dan tetap segar hingga waktu yang lama.
5. Cek Daun secara Rutin
Jika Daun sudah mulai banyak dan menguning, segeralah untuk dipotong agar tidak menyebar ke daun yang lain dan jika terindikasi hama yang mulai memakani daun semprotkan cairan pengusir yang aman untuk tumbuhan contohnya larutan bawang putih dan cabai.
6. Bersihkan Daun Setiap Hari
Bersihkan debu dan juga kotoran yang menempel pada daun, jangan biarkan hal ini mengganggu proses fotosintesis pada tumbuhan, gunakan spons dan air untuk mengelapnya, dan usahakan untuk mengelap secara perlahan agar daun tidak rusak.
7. Riset
Sebelum memulai membudidayakan tanaman hias, usahakan untuk melakukan riset, apa saja keperluan, kebutuhan dan cara merawatnya, agar meminimalisir kegagalan dan mengetahui solusi jika ada kesalahan yang terjadi.
Kesalahan Umum dalam Merawat Tanaman Indoor
Meskipun tanaman di atas sangat tangguh, ada beberapa kesalahan umum yang harus dihindari agar mereka tetap bertahan lama. Kesalahan pertama dan yang paling sering terjadi adalah penyiraman berlebihan atau overwatering.
Banyak pemula menyiram tanaman setiap hari karena merasa kasihan, padahal sebagian besar tanaman indoor mati karena akar yang membusuk akibat tanah yang terlalu basah.
Kesalahan kedua adalah menempatkan tanaman langsung di bawah paparan sinar matahari terik tanpa adaptasi. Meskipun tanaman butuh cahaya, kaca jendela bisa memperkuat panas dan membakar daun tanaman indoor yang sensitif.
Merawat tanaman membutuhkan banyak tenaga dan juga waktu, jika mengalami kegagalan saat mencobanya, jangan berputus asa dan menyerah, jadikan hal tersebut sebagai pelajaran agar nantinya tidak terulang lagi.
Demikianlah informasi seputar tanaman hias detikSumbagsel sampaikan, semoga bermanfaat dan sampai jumpa penjelasan berikutnya!
Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris Mahasiswa Magang Prima PTKI Kementerian Agama
