Dzikir merupakan aktivitas umat islam yang bertujuan untuk mengingat Allah SWT, baik secara lisan, tahmid ataupun doa, Amalan ini tercantum dalam firman-Nya di Al-Qur'an Surah Ar-Ra'd ayat 28, yang berbunyi:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
Artinya: (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip melalui laman Nahdlatul Ulama, Keutamaan dzikir salah satunya adalah sebagai penolong ketika dalam keadaan terdesak, sebab dzikir mampu menolong Nabi Yunus AS dari perut ikan. Hal ini tertuang dalam Al-Qur'an surah As-Saffat ayat 143-144 yang berbunyi:
فَلَوۡلَاۤ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الۡمُسَبِّحِيۡنَۙ
Artinya: Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah
فَلَوۡلَاۤ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الۡمُسَبِّحِيۡنَۙ ١٤٣ لَلَبِثَ فِىۡ بَطۡنِهٖۤ اِلٰى يَوۡمِ يُبۡعَثُوۡنَ
ۚArtinya: niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai Hari Berbangkit.
Berikut, akan detikSumbagsel rangkum, urutan dzikir sebelum tidur sesuai Sunnah agar terjaga selama tidur. Yuk simak penjelasannya!
Rangkaian Dzikir Yang Bisa Dibaca Sehari-hari
Berikut bacaan Dzikir yang bisa detikers baca sehari-hari, baik saat luang maupun seusai sholat fardhu, berikut penjelasannya:
1. Bacaan Istighfar
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Latin: Astaghfirullahal 'adzim
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung"
2. Bacaan Tasbih
سُبْحَانَ اللهِ
Latin: Subhanallah (Dibaca 33x)
Artinya: "Maha Suci Allah."
3. Bacaan Tahmid
الْحَمدُ للهِ
Latin: Alhamdulillah (Dibaca 33x)
Artinya: "Segala puji bagi Allah."
4. Bacaan Takbir
اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu akbar (Dibaca 33x)
Artinya: "Allah Maha Besar."
5. Bacaan Tahlil
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Latin: Laa ilaaha illallah
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah."
6. Bacaan Dzikir Tauhid
لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ
Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu."
7. Bacaan Hauqalah
وَلَا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ. اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Latin: Wa laa hawla wa laa quwwata illaa billahi al-'aliyyi al-'adzim.
Artinya: "Dan, tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia."
8. Bacaan Dzikir agar Terhindar dari Api Neraka
اللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ
Latin: Allahumma ajirni minan-naar
Artinya: "Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka."
9. Bacaan Dzikir untuk Menghilangkan Kesulitan dan Kesedihan
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimin
Artinya: "Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim"
Itulah bacaan dzikir pendek sehari-hari yang dapat diamalkan oleh umat Islam. Dzikir di atas dapat dibaca setiap saat, baik setelah salat fardhu, dalam waktu luang, pagi dan petang, maupun setiap hari.
10. Bacaan Dzikir Penghapus Dosa
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhanallah wa bihamdihi
Artinya: "Maha Suci Allah, aku memuji-Nya."
Berapa Kali Dianjurkan Membaca Satu Dzikir?
Dilansir dari penjelasan Nahdlatul Ulama, Jumlah dalam membaca satu dzikir terbagi menjadi dua kategori. Pertama, bacaan wirid yang jumlahnya telah ditentukan secara khusus (muqayyad) oleh Rasulullah SAW, bacaan jenis ini tidak boleh dimodifikasi, jangan ditambah atau dikurangi. Contohnya tasbih, tahmid dan takbir yang dianjurkan oleh Nabi SAW sebanyak 33x.
Kedua, ada jenis bacaan yang jumlahnya tidak dimutlakan atau tidak ada batasan khusus yang ditentukan oleh Rasulullah SAW. Jadi anda bisa membacanya secara bebas, semampu dan seperlunya saja. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang berbunyi:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ قَالَ: حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، مِائَةَ مَرَّةٍ، لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ
Artinya: "Dari Abi Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Siapa pun yang membaca ketika pagi dan sore Subhânallah wa bihamdihi seratus kali, maka tak akan datang seorang pun di hari kiamat yang membawa amal melebihinya kecuali seseorang yang membaca semisal itu atau lebih dari itu." (HR. Muslim)
Kapan Bacaan Dzikir Dianjurkan untuk Dibaca?
Dilansir dari Buku Dzikir Pagi dan petang Sesuai Sunnah Nabi SAW karya Ustadz Abul Aswad Al Bayaty, ada 2 waktu afdol dalam membaca dzikir, yaitu Bukroh atau awal hari, yaitu antara subuh sampai terbit matahari. Adapun ashil atau sore hari, antara asar sampai tiba waktu maghrib.
Keutamaan membaca Dzikir
menurut Al-Qur'an dan Hadis ada 5 keutamaan yang bisa diperoleh oleh umat Islam yang senantiasa membaca Dzikir, diantaranya:
1. Menghapus Dosa
Berdzikir dapat menjadi salah satu ladang yang bisa menggugurkan dosa-dosa yang telah lalu, sebagaimana sabda Nabi SAW, yang berbunyi:
"Siapa yang mengucapkan: Subhanallah wa Bihamdihi (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosa)-Nya walaupun sebanyak buih di laut." (Muttafaq 'alaih)
2. Menjaga dari gangguan setan
Syekh Nawawi dalam kitabnya mengutip satu amalan dari Syekh Ahmad al-Shawi yang bertujuan agar seseorang terhindar dari berbagai gangguan jin, setan dan manusia adalah dengan senantiasa membaca basmalah sebanyak 21 kali menjelang tidur.
ومن خواصها إذا تلاها شخص عند النوم إحدى وعشرون مرة أمن تلك الليلة من الشيطان وأمن بيته من السرقة وأمن من موت الفجأة وغير ذلك من البلايا
Artinya: Di antara khasiat atau keistimewaan basmalah adalah, jika dibaca seseorang sewaktu akan tidur sebanyak 21 kali, maka pada malam itu ia akan aman dari gangguan setan, rumahnya akan aman dari kemalingan, aman dari kematian mendadak, dan aman dari berbagai petaka lainnya (Syekh Nawawi al-Bantani, Kasyifah al-Syaja, Syarh Safinah al-Naja, Cetakan Darul Ihya, halaman 3).
3. Ucapan Syukur
Ketika umat Islam bersyukur dan mengingat Allah SWT maka akan bertambah nikmat yang diberikan. Hal ini tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 152, yang berbunyi:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Arab-Latin: Fażkurụnī ażkurkum wasykurụ lī wa lā takfurụn
Artinya: Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
4. Amalan Berpahala Besar
Dari 'Abdullah bin Busr RA bahwa ada seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku, maka beritahulah kepadaku sesuatu yang bisa kupegang selalu." Beliau menjawab, "Hendaklah lisanmu selalu basah karena berdzikir kepada Allah." (HR Tirmidzi).
5. DIbalas Kebaikan Juga
Setiap kebaikan yang dilakukan didunia ini dengan diniatkan untuk beribadah kepada Allah akan menerima ganjaran yang baik juga, sebagaimana firman Allah SWT, yang berbunyi:
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا
Artinya: Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
Demikianlah, artikel ini disampaikan, begitu banyak keutamaan yang didapat oleh orang-orang yang senantiasa beramal baik. Bagi detikers, jangan lupa untuk memanjatkan dzikir diatas ya!
Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris Mahasiswa Magang Prima PTKI Kementerian Agama
(csb/csb)











































