Polemik Parkir Liar Depan SD Muhammadiyah 14 Palembang, Ini Kata Kepsek

Sumatera Selatan

Polemik Parkir Liar Depan SD Muhammadiyah 14 Palembang, Ini Kata Kepsek

Ani Safitri - detikSumbagsel
Rabu, 28 Jan 2026 08:21 WIB
Polemik Parkir Liar Depan SD Muhammadiyah 14 Palembang, Ini Kata Kepsek
Foto: Kepala SD Muhammadiyah 14 Palembang, Sulfa Damayati (Ani Safitri)
Palembang -

Persoalan kemacetan di depan SD Muhammadiyah 14 Palembang, Jalan Kolonel H. Barlian, terus menjadi sorotan publik. Meski pihak sekolah mengklaim telah menyiapkan fasilitas parkir khusus bagi penjemput, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak orang tua yang nekat memarkirkan kendaraan di pinggir jalan hingga berujung penertiban paksa oleh petugas Dishub.

Kepala SD Muhammadiyah 14 Palembang, Sulfa Damayati mengungkapkan adanya kontradiksi antara upaya yang telah dilakukan sekolah dengan kedisiplinan wali murid. Padahal, fasilitas parkir alternatif telah disediakan melalui kerja sama dengan instansi sekitar.

Sulfa menegaskan bahwa sekolah sudah bergerak proaktif sejak awal tahun ajaran untuk mencegah penumpukan kendaraan di badan jalan. Sosialisasi melalui surat edaran khusus pun telah disampaikan kepada seluruh orang tua siswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah memberikan surat secara khusus kepada orang tua siswa. Permasalahan parkir itu sudah kita berikan kesempatan kepada orang tua siswa untuk parkir di lapangan masjid, kemudian di Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Sulfa saat ditemui detikSumbagsel di lingkungan sekolah, Selasa (27/1/2026)

Bahkan, kerja sama dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara sudah berjalan lama dan memungkinkan orang tua siswa untuk menggunakan lahan parkir secara resmi.

ADVERTISEMENT

"Kita sudah berkoordinasi, orang tua siswa memang diperbolehkan parkir di situ. Bisa berlangganan per bulan atau langsung (harian)," tambahnya.

Meski jalur penjemputan pagi hari relatif terkendali dengan adanya sistem drop zone oleh guru, kondisi semrawut selalu terulang pada jam pulang sekolah, yakni sekitar pukul 14.30 WIB. Ironisnya, kemacetan sering terjadi karena orang tua menolak masuk ke tempat parkir dan memilih menunggu di pinggir jalan.

"Persoalannya memang ketika mereka pulang sekolah. Anaknya belum keluar dari kelas, sedangkan orang tuanya sudah menunggu di pinggir jalan," jelas Sulfa.

Ia juga menyayangkan jika SD Muhammadiyah 14 terus menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan. Menurutnya, terdapat kompleksitas lokasi di mana terdapat tujuh sekolah lain di jalur yang sama dengan total ribuan siswa.

Menanggapi banyaknya kendaraan penjemput yang terjaring razia, dikempesi ban, hingga diderek oleh petugas Dinas Perhubungan karena parkir sembarangan, Sulfa menyebut hal itu merupakan dampak dari rendahnya disiplin oknum wali murid.

"Persoalan itu di luar wewenang kami pihak sekolah. Yang pasti kami sudah menyarankan, sudah berkirim surat. Secara administrasinya upaya kita sudah sampai di sana," tegasnya.

Sulfa berharap para orang tua siswa bisa lebih peka dan tidak hanya mementingkan kenyamanan pribadi saat menjemput anak.

"Kepada Ayah Bunda, silakan gunakan lahan parkir yang memang sudah kita berikan kesempatan. Tinggal bagaimana kita sama-sama membangun kesadaran untuk tetap berdisiplin. Jangan sampai kendaraan kita mengganggu pengendara yang lain," pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads