Istilah LoA atau Letter of Acceptance menjadi salah satu dokumen penting dalam proses pendaftaran perguruan tinggi dan beasiswa. Memasuki tahun 2026, sejumlah program beasiswa dalam dan luar negeri menjadikan LoA sebagai syarat wajib yang harus dipenuhi.
Oleh karena itu penting bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang tinggi untuk mempelajari lebih dalam mengenai LoA. Dengan memahami dokumen ini, pendaftar dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang dalam proses seleksi perguruan tinggi maupun beasiswa.
Berikut detikSumbagsel sajikan informasi seputar LoA mulai dari jenis, cara mendapatkan, hingga contohnya. Yuk Simak!
Mengulas Apa Itu LOA?
Dikutip dari situs resmi LPDP Kementerian Keuangan, LoA atau Letter of Admission/Acceptance, merupakan sebuah surat atau catatan yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi kepada pendaftarnya bahwa mereka diterima di kampus tersebut.
Jenis Letter of Acceptance (LoA)
Dilansir dari laman LPDP Kementerian Keuangan, terdapat dua jenis LoA, yaitu LoA Unconditional dan Conditional.
1. Letter of Acceptance (LoA) Unconditional
LoA Unconditional merupakan surat pernyataan yang menyatakan bahwa kandidat pendaftar telah diterima di perguruan tinggi tujuan tanpa syarat. Artinya, pelamar hanya perlu untuk melakukan registrasi ulang saja.
Dalam LoA Unconditional biasanya tercantum program studi, durasi studi, dan informasi awal perkuliahan (intake). Selain itu, juga ada informasi mengenai langkah berikutnya untuk memulai perkuliahan, seperti registrasi ulang dan aturan terkait pembayaran biaya kuliah.
2. Letter of Acceptance (LoA) Conditional
Jika LoA Unconditional menyatakan kandidat lulus tanpa syarat, sebaliknya LoA Conditional menyatakan jika kandidat lulus dengan syarat. Sederhananya, seseorang baru dapat dikatakan 100% diterima ketiak ia telah memenuhi persyaratan yang diwajibkan.
Beberapa hal yang mengakibatkan seorang pendaftar menerima LoA Conditional antara lain:
- TOEFL/IELTS belum mencapai skor minimum dari syarat yang ditentukan sehingga harus menyusul.
- Belum menyerahkan tema riset/penelitian.
- Belum menyerahkan dokumen persyaratan pendaftaran perguruan tinggi, seperti ijazah dan transkrip nilai.
- Belum menyerahkan pernyataan sponsorship.
Cara Mendapatkan Letter of Acceptance (LoA)
Sebelum itu detikers perlu mempersiapkan sejumlah dokumen yang berkemungkinan diminta oleh pihak kampus. Seperti CV, ijazah, sertifikat bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS, dan transkrip nilai.
Setelahnya, berikut tahapan-tahapan untuk mendapatkan LoA secara umum, antara lain:
- Cari tahu dan pahami informasi mengenai kampus tujuan, baik program studi, persyaratan pendaftaran, maupun jadwal pendaftaran.
- Ajukan pendaftaran sesuai tata cara yang dipersyaratkan kampus.
- Selanjutnya, akan ada proses verifikasi dari kampus tujuan.
- Nantikan informasi pengumuman dari kampus terkait. Apabila lulus tahap screening, biasanya pendaftar akan diinfokan dan diminta mengikuti tes tertentu.
- Ikuti tes yang disiapkan pihak kampus. Umumnya tes tulis dan wawancara.
- Tunggu pengumuman final. Apabila dinyatakan lulus, maka LoA akan segera dikirimkan melalui email atau pos.
Fungsi Letter of Acceptance (LoA)
Dilansir dari buku Finally, The Netherlands karya Fitria Sawardi dan Irham Aladist, fungsi LoA, antara lain:
- Memberikan detail informasi kepada pendaftar yang diterima.
- Sebagai bukti resmi penerimaan pendaftar.
- Dapat digunakan untuk mendaftar beasiswa.