4 Peristiwa Penting di Bulan Syaban, Umat Muslim Wajib Tahu!

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Sabtu, 17 Jan 2026 14:00 WIB
Foto: Ilustrasi bulan Syaban (Getty Images/iStockphoto/Creative-Hat)
Palembang -

Bulan Syaban adalah bulan ke-8 dalam kalender Islam. Bulan ini berada di antara dua bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadan, sehingga mempunyai keistimewaannya tersendiri bagi umat Muslim.

Nama Syaban berasal dari kata Sya'ba yang berarti "merekah". Bulan ini juga dianggap sebagai bulan untuk mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani menyambut datangnya Ramadan.

Salah satu keutamaan bulan Syaban adalah juga disebut sebagai bulan dianjurkannya bershalawat kepada Rasulullah SAW. Selain itu, ada banyak berbagai peristiwa penting yang terjadi di bulan ini.

Berikut detikSumbagsel sajikan berbagai peristiwa penting yang terjadi di bulan Syaban dilansir dari berbagai sumber. Yuk, simak!

Peristiwa Penting di Bulan Syaban

1. Bulan Turunnya Ayat Perintah Bershalawat

Dilansir dari laman NU Online, peristiwa penting pertama yang terjadi di bulan Syaban adalah diturunkannya ayat anjuran untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Azhab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Arab Latin: Innallâha wa malâ'ikatahû yushallûna 'alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû 'alaihi wa sallimû taslîmâ.

Artinya, "Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

Ibnu Abi Shai Al-Yamani mengatakan, bulan Syaban merupakan bulan shalawat, karena pada bulan inilah ayat anjuran shalawat diturunkan. Pendapat ini dikuatkan oleh Imam Syihabuddin Al-Qasthalani dalam Al-Mawahib-nya, serta Ibnu Hajar Al-Asqalani yang mengatakan jika ayat tersebut diturunkan Syaban tahun ke-2 Hijriyah.

2. Peralihan Arah Kiblat

Pada bulan Syaban, peristiwa penting yang juga terjadi adalah beralihnya arah kiblat. Awalnya, kiblat umat Islam menghadap ke Baitul Maqdis, tetapi beralih menghadap Ka'bah di Masjidil Haram.

Waktu itu, kaum muslimin melaksanakan salat dengan menghadap Baitul Maqdis sekitar 17 bulan 3 hari. Kemudian Allah memerintahkan untuk menghadap kiblat pada Selasa, Nisfu Syaban.

Penjelasan ini telah diterangkan dalam surah Al-Baqarah ayat 144:

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَاۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Arab Latin: Qad narâ taqalluba waj-hika fis-samâ', fa lanuwalliyannaka qiblatan tardlâhâ fa walli waj-haka syathral-masjidil-ḫarâm, wa ḫaitsu mâ kuntum fa wallû wujûhakum syathrah, wa innalladzîna ûtul-kitâba laya'lamûna annahul-ḫaqqu mir rabbihim, wa mallâhu bighâfilin 'ammâ ya'malûn.

Artinya: "Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidil Haram) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan." (Surah Al-Baqarah: 144)



Simak Video "Video Bus Shalawat Setop Layanan Jelang Armuzna"


(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork