Memasuki musim hujan di akhir tahun 2025, pihak pemadam kebakaran (Damkar) Lubuklinggau, Sumatera Selatan mengantisipasi terjadinya bencana banjir serta angin puting beliung. Oleh karena itu, mereka memaksimalkan penyiagakan di pos-pos bencana.
Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Lubuklinggau, Suryo Amrinata mengatakan pada November 2025, baru ada satu kasus angin puting beliung yang merusak rumah warga.
"Sampai saat ini di bulan November hanya ada satu yang terkena angin puting beliung yakni di Jalan Kenanga, Kelurahan Batu Urip Permai pada Rabu (26/11/2025) kemarin. Tapi untungnya cuman satu rumah yang terdampak, itu seluruh atapnya hancur," katanya saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Jumat (28/11/2025).
Selain telah memasuki musim hujan, Suryo mengaku peristiwa bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh turut membuat pihaknya menjadi lebih waspada terhadap bencana alam yang akan datang.
"Kita lihat sendiri kondisinya bagaimana di situ sehingga kita harus lebih waspada lagi. Mengenai kesiapsiagaan petugas sendiri kita selalu siap siaga, standby 24 jam untuk membantu warga apabila terjadi bencana alam maupun bencana kebakaran. Kita selalu standby di pos bencana yang ada di Lubuklinggau," ujarnya.
Suryo membeberkan di Lubuklinggau, terdapat satu pos bencana dan empat pos damkar biasa yang bisa dijadikan sebagai pos bencana juga.
"Pos yang ada di Lubuklinggau itu yakni pos bencana di Kelurahan Air Kuti. Kemudian pos kebakaran biasa ada empat yaitu satu di Pasar Satelit sebagai Pos Induk, Pos Barat di komplek Kantor Wali Kota, Pos Timur di dekat bandara di samping Dinas Ketahanan Pangan, kemudian Pos Selatan ada di pasar ikan. Jadi seluruh pos kita selalu siap siagakan untuk membantu warga apabila terjadi bencana alam maupun bencana kebakaran," ungkapnya.
Suryo juga membeberkan di Lubuklinggau terdapat tiga lokasi yang rawan terkena banjir yaitu di sekitaran aliran Sungai Mesat, aliran Sungai Malus, dan di Kelurahan Taba Baru.
"Karena beberapa kali disitu agak rawan banjir apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Dan juga banjir yang terjadi di Lubuklinggau itu mayoritasnya kiriman dari hulu, jadi kita terkena dekat dengan TNKS Rejang Lebong. Jadi kita harapkan warga yang tinggal di dekat lokasi itu dapat mengantisipasinya dengan selalu menjaga lingkungan, terutama di dekat sungai," jelasnya.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat Kota Lubuklinggau untuk tetap waspada, terutama apabila terjadi hujan deras atau angin kencang.
"Kemudian antisipasinya juga yang utama itu kita selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada saluran-saluran air karena yang sering itu genangan dan itu disebabkan oleh sumbatan drainase. Itulah kita imbau untuk menjaga lingkungan tempat tinggalnya masing-masing terutama di saluran airnya," tuturnya.
Simak Video "Video: Pria Diamuk Massa hingga Tangan Putus saat Coba Maling Rumah Polisi"
(dai/dai)