Tiga anak buah Kapal (ABK) Medevac TB Bintang Mutiara dilaporkan meninggal diduga karena keracunan di ruang palka atau penyimpanan muatan. Kini, tim SAR masih melakukan evakuasi tiga korban tersebut.
Informasi dihimpun detikSumbagsel, Sabtu (30/8/2025), insiden itu terjadi pada Kamis (28/8) saat kapal melintas perairan Laut Jawa, Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Informasi itu diterima Basarnas Babel hari ini untuk dimintai bantuan SAR.
"Benar, kejadian di perairan Laut Jawa, Bangka Selatan, pada Kamis. Kita terima laporan hari," jelas Kepala Basarnas Bangka Belitung (Babel) I Made Oka Astawa dikonfirmasi detikSumbagsel, Sabu sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menggunakan KN SAR Karna, tim SAR gabungan bergerak menuju perairan Koba, Bangka Tengah untuk melakukan penjemputan dan evakuasi. Kata Oka, Ketiga korban yang dilaporkan tewas tersebut berinisial IW (49), IS (29) dan LM (29).
"Saat ini tim SAR gabungan masih proses evakuasi korban. Berangkat pakai KN SAR Karna dari Pangkalbalam," jelasnya.
Kapal TB Bintang Mutiara tersebut bertolak dari Pelabuhan Wilmar Serang tujuan Batam, dengan melakukan towing tongkang Tirta Samudra 3, pada 24 Agustus 2025. Kapal bermuatan minyak CPO.
"Kejadian bermula ketika ABK inisial LK mencoba turun ke palka untuk melakukan pemeriksaan palka, namun tiba-tiba pingsan. Rekannya IS yang melihat, mencoba membantu namun juga pingsan di dalam palka tersebut," terangnya.
"Selanjutnya, korban IW mengetahui hal tersebut langsung berusaha melakukan penyelamatan namun mengalami hal yang sama di dalam palka tongkang," sambungnya.
Ketiga ABK atau korban ini kemudian terjebak di dalam palka tongkang. Kemudian, Nakhoda kapal melaporkan kejadian ke pihak perusahaan untuk meminta bantuan evakuasi ke Basarnas.
"Tiga ABK yang terjebak di dalam palka diduga mengalami keracunan gas dan mengakibatkan meninggal dunia," tambahnya.
(dai/dai)