Ratusan Driver Ojol Ikut Aksi Damai di Mapolda Sumsel, Ini 4 Tuntutannya

Sumatera Selatan

Ratusan Driver Ojol Ikut Aksi Damai di Mapolda Sumsel, Ini 4 Tuntutannya

Sabrina Adliyah - detikSumbagsel
Sabtu, 30 Agu 2025 13:00 WIB
Massa aksi damai dan duka ojol se-Palembang di Mapolda Sumsel atas tewasnya Affan Kurniawan.
Foto: Massa aksi damai dan duka ojol se-Palembang di Mapolda Sumsel atas tewasnya Affan Kurniawan. (Sabrina Adliyah)
Palembang -

Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) mengikuti aksi damai di Mapolda Sumsel, Sabtu (30/8/2025) pagi. Setidaknya, ada 4 tuntutan yang mereka bawa untuk instansi kepolisian.

Para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Aliansi Driver Online (ADO) Sumsel ini konvoi dari markas mereka sebelum akhirnya berhenti dan berorasi di lokasi aksi. Ratusan pengemudi dari berbagai penyedia jasa online tersebut datang membawa bendera dan spanduk yang menyatakan aksi damai dan duka tersebut.

Diketahui, aksi hari ini digelar menyusul tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan (21) yang ditabrak dan dilindas kendaraan taktis (taktis) Brimob di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini, kami menyampaikan aspirasi kami. Tolong diterima dengan baik," ujar Ketua ADO Sumsel Muhammad Asrul Indrawan, Sabtu (30/8).

Dalam aksi ini, pengemudi ojol yang tergabung dalam Aliansi Driver Online Sumatera Selatan (ADO Sumsel) tersebut menyampaikan keempat tuntutannya. Yang pertama adalah menyatakan duka cita dan simpati atas meninggalnya Affan. Selanjutnya, ADO Sumsel mendesak Polri untuk mengusut tuntas tindakan anarkis oknum Brimob yang menabrak korban.

ADVERTISEMENT

Ketiga, mereka menuntut agar pengungkapan kasus dilakukan secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Terakhir, para pengendara ojol tersebut menuntut hukuman seberat-beratnya terhadap pelaku dan meminta perhatian serta bantuan dari Kapolri terhadap keluarga yang ditinggalkan.

"Kami menuntut transparansi (proses hukum terhadap pelaku). Jangan hanya menggunakan inisial," ujarnya.

Asrul menjelaskan, hal itu untuk memastikan bahwa yang ditampilkan di media sosial memang benar pelaku yang berada dalam mobil taktis Brimob tersebut, bukan hanya aktor pengganti belaka.

"Ungkap jelas identitas 7 pelaku, dari nama, pangkat, dan satuannya. Kalau hanya pakai kaus hijau, (mayoritas seragam) kami juga hijau," ujarnya lantang.

Mereka berharap, tak ada lagi Affan lainnya yang harus menjadi korban pertumpahan darah. Para pengendara tersebut juga berharap tak ada upaya intimidasi terhadap mereka yang hanya mencari nafkah di jalan.

"Tolong sampaikan pada Kapolda (Sumsel) dan Kapolri. Jangan ada 'Affan' lain, jangan ada tindakan represif," harapnya.

Sementara itu, massa aksi diterima oleh Kapolrestabes Palembang Kombes Harryo Sugihhartno. Ia mengapresiasi aksi tersebut berlangsung aman dan tetap damai.

"Kami menerima surat tuntutan dari ADO Sumsel dan komunitas driver online lainnya. Tuntutan ini akan kami sampaikan kepada Kapolda," kata dia.

Harryo juga mengungkapkan bela sungkawa terhadap tragedi yang menimpa Affan. Ia berharap, tak ada lagi insiden serupa di kemudian hari.

"Kami mewakili Polrestabes Palembang menyampaikan permohonan maaf dan turut berbela sungkawa terhadap saudara Affan. Semoga insiden ini merupakan yang terakhir," ujar dia.




(dai/dai)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads