Pos Polantas di kawasan Simpang 4 BI Telanaipura, Kota Jambi, dibakar oleh sejumlah massa, Jumat malam (29/8/2025). Pembakaran pos polisi itu diduga lantaran massa aksi tak dapat menuju ke Kantor DPRD Jambi karena dihalau ketat oleh polisi.
Dari pantauan detikSumbagsel di lapangan, massa masih bertahan di sejumlah kawasan kantor Pemerintah Provinsi Jambi. Polisi bahkan juga beberapa kali melepaskan tembakan gas air mata untuk mengusir massa untuk masuk menuju Kantor DPRD.
Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar saat di konfirmasi wartawan membenarkan ada satu pos lantas yang dibakar masa dan api juga sudah berhasil dipadamkan petugas damkar yang ikut bersiaga di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski begitu situasi kamtibmas masih aman," kata Krisno.
Hingga pukul 23.56 WIB, kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Jambi di kawasan Telanaipura, Kota Jambi juga dinyatakan terganggu. Massa berkumpul di jalan dengan situasi lampu padam gelap gulita serta warga melintas jalan itu dialihkan.
Aksi anarkis yang dilakukan oleh massa gabungan tersebut tak hanya merusak bangunan dan kendaraan di DPRD Jambi, melainkan juga ada penjarahan di sana. Bahkan, mereka memanfaatkan situasi demo kali ini untuk membawa berbagai peralatan di gedung DPRD Jambi.
Kasubag Humas DPRD Jambi, Ahmad Darmadi membenarkan adanya pagar yang rusak dibawa kabur. Dia menyebut, pagar itu sengaja dibawa kabur para pendemo yang tidak menggunakan pakaian almamater.
"Iya benar, itu sudah diketahui beberapa pagar di gedung DPRD diambil oleh sekelompok massa," katanya. Dia tak bisa banyak berkomentar terkait aksi demonstrasi tersebut.
(dai/dai)