Sumatera Selatan

Kolaborasi Apik Mencegah Kepunahan Ikan Belida di Sungai Musi

Dwi Apriani - detikSumbagsel
Sabtu, 26 Okt 2024 13:01 WIB
Kolam indukan jantan ikan belida yang berada di Kampus C PGRI Palembang. Foto: Dwi Apriani/detikcom
Palembang -

Ikan belida dikenal sebagai salah satu hewan endemik dari Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Ikan ini sempat dinyatakan punah di Pulau Jawa oleh The International Union for Conservation of Nature Redlist pada 2020.

Namun, ikan bernama Latin Chitala lopis ini kembali ditemukan di beberapa daerah di Sumsel dan provinsi sekitar alam kurun beberapa tahun terakhir. Demi membangkitkan lagi ekosistem ikan belida, riset dan penelitian pun dilakukan. Kini ikan belida sudah dalam tahap pengembangbiakan.

Peneliti Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat BRIN Boby Muslimin mengatakan saat ini ikan belida termasuk dalam jenis ikan dengan status perlindungan penuh berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2021. Tidak hanya ikan belida, familinya yakni ikan putak pun mengalami nasib yang sama.

"Ikan belida dan putak ini sempat dinyatakan punah. Namun, ternyata ikan ini masih ditemukan nelayan di beberapa wilayah di Indonesia. Karena itu, temuan-temuan itu kami bawa dan teliti lebih dalam," ujar Boby.

Ia menjelaskan ikan belida dulu memang merupakan hewan yang banyak ditemui di Sungai Musi. Namun, jumlahnya terus menurun dan berkurang imbas dari perubahan iklim. Selain itu, ekosistem ikan ini juga terus terdegradasi. Belum lagi dampak dari sulitnya perkembangbiakan mereka di alam serta penangkapan yang masif dilakukan masyarakat.

"Sejauh ini, ikan belida yang kami dapatkan di sini berasal dari Ogan Ilir, Musi Banyuasin dan OKI. Ikan-ikan ini berada di anak Sungai Musi yang ada di daerah tersebut. Ukurannya variasi, ada yang kecil dan besar. Itu semua tangkapan nelayan yang tak disengaja masuk ke jaringnya," ucapnya.

Koleksi-koleksi tersebut langsung dibawa ke Kampus C Universitas PGRI Palembang untuk dikonservasi. Selain dari Sumsel, ikan belida yang dikonservasi di Palembang juga didatangkan dari Riau, hasil tangkapan nelayan di Sungai Kampar.

Sementara untuk ikan belida yang dikonservasi di Cibinong adalah hasil tangkapan nelayan di Sungai Mahakam, Kalimantan Barat, serta Sungai Petai, Kalimantan Timur.

"Indukan ikan belida yang ada di sini (Palembang) berasal dari tangkapan di Sumsel dan Riau," kata dia.

Menariknya, dalam 2 bulan terakhir, indukan ini berhasil bertelur. Sudah ada beberapa yang menjadi larva dan remaja. Jumlah ikan belida secara keseluruhan di Palembang saat ini ada 37 ekor indukan, 64 ekor larva, dan 20 ekor remaja.

"Kita terus berupaya maksimal agar ikan belida yang ada saat ini bisa menghasilkan keturunan yang berkelanjutan, sehingga harapannya nanti status ikan belida dari perlindungan penuh bisa menjadi perlindungan terbatas," kata Boby.




(dai/des)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork