Misteri Rekaman CCTV TKP Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf Belum Terungkap

Misteri Rekaman CCTV TKP Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf Belum Terungkap

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 03 Agu 2026 06:00 WIB
CCTV dekat kantin di TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walaninong diduga aniaya staf Yuli Nofita Sari. dilaporkan rusak.
Foto: CCTV dekat kantin di TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walaninong diduga aniaya staf Yuli Nofita Sari. dilaporkan rusak. (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Kasus Ketua DPRD Kabupaten Bone Andi Tenri Walinonong yang diduga menganiaya stafnya, Yuli Nofita Sari (29) masih menyisakan misteri. Rekaman kamera pengawas alias CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) belum juga terungkap meski perangkatnya dipastikan dalam kondisi baik.

Diketahui, kamera pengawas tersebut terpasang di area masjid lama DPRD Bone. CCTV mengarah ke parkiran depan kantin DPRD Bone yang menjadi lokasi Andi Tenri diduga menganiaya Yuli pada Rabu (22/7/2026).

Awalnya, CCTV di sekitar lokasi sempat diduga mengalami kerusakan. Spekulasi ini mengemuka setelah Andi Tenri dilaporkan ke polisi lantaran melumuri kue dan menyiram air ke wajah Yuli di kantin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau pun betul rusak, biar polisi yang menyampaikannya, pasti dia punya alat untuk mendeteksi kapan rusaknya," kata kuasa hukum Yuli, Aly Arsandi kepada detikSulsel, Senin (27/7).

Arah CCTV Dekat TKP Diklaim Tak Berubah

Sekretaris DPRD Bone Andi Muchlis lantas buka suara mengenai kondisi CCTV di dekat lokasi kejadian. Dia mengaku belum pernah menyentuh kamera pengawas tersebut.

ADVERTISEMENT

"CCTV itu arahnya tidak pernah berubah, terus mengarah ke parkiran," kata Andi Muchlis kepada wartawan, Selasa (28/7).

Andi Muchlis mengaku belum melakukan pengecekan secara langsung. Dia belum sempat mencoba mengaktifkan kamera pengawas sejak kejadian.

"Tidak pernah kucoba aktifkan. Mulai dari kejadian (dugaan penganiayaan) sampai hari ini," ujarnya.

Dia menduga, CCTV masih berfungsi lantaran lampu pada perangkat itu masih menyala. Kendati begitu, dia belum sampai memeriksa sambungannya ke layar monitor.

"CCTV itu lampunya menyala. Tetapi tidak pernah saya nyalakan di layar," kata Andi Muchlis.

Rekaman CCTV pun belum dipastikan apakah mencakup TKP dugaan penganiayaan. Andi Muhclis akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Saya tidak tahu apakah gambarnya (CCTV) dapat di kantin lokasi kejadian atau tidak," sambung Andi Muchlis.

CCTV Berfungsi tapi Kabel HDMI Rusak

Penampakan CCTV dekat TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga menganiaya staf Yuli Nofita Sari.Penampakan CCTV dekat TKP Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong diduga menganiaya staf Yuli Nofita Sari. (Agung Pramono/detikSulsel)

Informasi kondisi CCTV yang simpang siur membuat Ketua Komisi I DPRD Bone Rismoni Sarlim turun melakukan pengecekan pada Kamis (29/7). Rismono mengungkap, kamera pengawas dalam kondisi baik alias masih berfungsi.

"CCTV tidak rusak. Barusan tadi saya cek sama Pak Sekwan," ujar Rismono kepada detikSulsel, Kamis (29/7).

Rismono menuturkan, kerusakan hanya terjadi pada kabel HDMI atau sambungan dari CCTV ke layar monitor. Kendati begitu, dia meyakini CCTV dalam kondisi merekam.

"Kabel HDMI-nya saja yang rusak, tapi penyimpanannya itu CCTV sampai 30 hari. Ada di hard disk-nya itu," jelasnya.

Rekaman CCTV Tak Kunjung Dibuka

Meski CCTV disebut dalam kondisi baik, namun rekamannya belum dipastikan. Rismono berdalih pengecekan isi rekaman kamera pengawas merupakan ranah kepolisian.

"Tidak berani saya buka rekamannya, itu sudah menjadi ranah penyidik," beber Rismono.

Dia kembali menegaskan posisinya hanya memastikan kondisi perangkat kamera pengawas. Dia menegaskan CCTV tidak rusak sebagaimana spekulasi yang beredar.

"Saya cuman pastikan apakah rusak atau tidak, hasilnya CCTV itu menyala dan tidak rusak," kata Rismono.

Rismono menyarankan agar kabel HDMI ke monitor segera diganti. Hal ini untuk memudahkan pengecekan rekaman CCTV.

"Yang pasti itu CCTV bagus, hanya yang rusak kabel HDMI-nya. Kalau diganti itu kabelnya langsung muncul, tetapi merekam ji itu CCTV," tegasnya.

Polisi Surati DPRD Bone Minta Rekaman CCTV

Belakangan, polisi justru meminta agar rekaman CCTV di sekitar TKP segera diserahkan untuk kepentingan penyelidikan. Polres Bone sampai menyurati DPRD Bone terkait permintaan tersebut.

"Kami bersurat ke DPRD terkait permintaan CCTV. Kemudian bersurat ke RSUD permintaan hasil visum," ujar Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan kepada detikSulsel, Sabtu (1/8).

Alvin mengatakan, penyidik telah memeriksa dua orang saksi dalam kasus ini. Pihaknya masih mengagendakan pemeriksaan saksi lainnya secara bertahap.

"Langkah yang sudah dilakukan kami sudah memeriksa sementara dua saksi, melakukan olah TKP. Untuk sementara kita jadwalkan saksi-saksi lain mulai pekan depan," paparnya.

Kedua saksi yang diperiksa merupakan saksi dari pelapor dan pelapor sendiri. Sementara Andi Tenri selaku terlapor belum diagendakan untuk dimintai keterangan.

"Sementara kami periksa saksi dari pihak pelapor. Inisialnya AR dan korban sendiri (Yuli). (Saksi lainnya) nanti kami akan sampaikan di pekan depan," pungkas Alvin.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menyusuri Keindahan Air Terjun untuk Arung Jeram di Makassar"
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads