Ketua DPRD Kabupaten Bone Andi Tenri Walinonong memilih ngacir menghindari awak media saat ditanya terkait kasus dugaan kekerasan terhadap stafnya, Yuli Nofita Sari (29). Andi Tenri ogah berbicara panjang lebar terkait perkara yang tengah berproses di kepolisian.
Pantauan detikSulsel di lokasi, situasi tersebut terjadi di kantor DPRD Bone, Kamis (30/7/2026). Andi Tenri awalnya mengumpulkan seluruh pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) di ruangannya pada pukul 13.30 Wita.
Setelah pertemuan internal di kantor Andi Tenri, selanjutnya digelar rapat konsultasi pimpinan di ruangan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bone hingga sekitar pukul 14.30 Wita. Rapat yang diikuti 22 legislator itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, tanpa dihadiri Andi Tenri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama rapat pimpinan berlangsung, Andi Tenri ternyata masih berada dalam ruangan kantornya. Sampai rapat pimpinan selesai, Andi Tenri belum juga keluar dari ruangannya.
Sekitar pukul 17.29 Wita, Andi Tenri baru keluar dari kantornya. Awak media yang sedari tadi menunggu langsung menghampiri Andi Tenri untuk mengkonfirmasi kasus dugaan penganiayaan terhadap stafnya.
Andi Tenri terlihat mengenakan kemeja berwarna biru dan jilbab berwarna abu-abu. Dia hanya tersenyum sambil berjalan saat dicecar pertanyaan oleh awak media.
"Kita tunggu saja hasil pemeriksaan. Doakan lancar," kata Andi Tenri sambil terus berjalan menjauhi awak media.
Andi Tenri kemudian ditanya terkait kronologi dugaan penganiayaan menurut versinya. Namun dia memilih bungkam dan meninggalkan wartawan.
"No comment," singkat Andi Tenri usai ditanya terkait kronologi dugaan kekerasan terhadap stafnya.
Politisi Gerindra itu langsung diarahkan masuk ke dalam mobil oleh stafnya. Andi Tenri pun meninggalkan kantor DPRD Bone.
Andi Tenri Belum Diperiksa Polisi
Diketahui, Andi Tenri dilaporkan ke polisi usai diduga menganiaya stafnya di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7). Andi Tenri diduga melumuri kue dan dan menyiram air ke wajah stafnya di depan umum.
Polisi hingga saat ini masih fokus mengumpulkan saksi dan bukti. Penyidik belum mengagendakan pemeriksaan terhadap Andi Tenri dengan dalih masih menunggu keterangan saksi dari pelapor.
"Tunggu keterangan saksi yang lain dulu, baru mengarah ke beliau (Andi Tenri) terlapor," kata Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan kepada detikSulsel, Senin (27/7).
Sementara itu, Yuli sebagai pelapor sudah mengajukan 11 saksi dari pejabat hingga staf sekretariat DPRD Bone ke polisi. Kendati begitu, para saksi yang berada di lokasi kejadian belum mau memberikan keterangan.
"Saksi dari pelapor sudah diajukan oleh pelapor, tapi gak ada yang mau datang. Tapi, insyaallah kami jadwalkan minggu depan," pungkasnya.
