Alasan Polisi Belum Periksa Ketua DPRD Bone Andi Tenri Diduga Aniaya Staf

Alasan Polisi Belum Periksa Ketua DPRD Bone Andi Tenri Diduga Aniaya Staf

Tim detiksulsel - detikSulsel
Selasa, 28 Jul 2026 08:00 WIB
Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong.
Foto: Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong. (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Polisi tak kunjung melakukan permintaan keterangan terhadap Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong yang diduga menganiaya stafnya, Yuli Nofita Sari (29). Tim penyidik berdalih masih fokus memeriksa saksi yang diajukan oleh pihak pelapor.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan mengatakan pihaknya sebenarnya sudah memanggil saksi dari pelapor untuk dimintai keterangan. Namun belum ada dari saksi tersebut tidak memenuhi panggilan.

"Tunggu keterangan saksi yang lain dulu baru mengarah ke beliau (ketua DPRD Bone) terlapor," kata AKP Alvin kepada detikSulsel, Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saksi dari pelapor sudah diajukan oleh pelapor tapi gak ada yang mau datang. Tapi, insyaallah kami jadwalkan minggu depan," ucapnya.

Alvin sendiri belum merinci saksi yang sempat dipanggil. Selain itu, kata dia, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

ADVERTISEMENT

"Sementara baru saksi pelapor dan olah TKP langkah yang sudah kami lakukan. Sembari kita tunggu saksi lain dari pelapor," imbuh Alvin.

Yuli Ungkap Ada Banyak Saksi Penganiayaan

Yuli mengatakan ada banyak saksi yang melihat kejadian penganiayaan oleh Andi Tenri pada Rabu (22/7). Namun, kata dia, tidak ada satu pihak pun yang mau membantunya.

"Paling bikin kecewa, laki-laki banyak di lokasi kejadian. Tetapi tidak ada satupun bersikap manusiawi untuk hentikan saat saya dilempar dan disiram," ungkap Yuli kepada detikSulsel, Jumat (24/7/2026).

Yuli menduga oknum pejabat dan staf yang berada di lokasi merupakan orang dekat Andi Tenri. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu itu merasa sakit hati lantaran para saksi tidak memberikan pertolongan.

"Mungkin karena bilang saya tidak pantas ditolong saat diperlakukan karena tidak ada ji jabatanku. Luar biasa kita orang rendahan, orang kecil diperlakukan semena-mena saja," paparnya.

PPPK paruh waktu bernama Yuli Novitasari (29) menangis usai diduga dianiaya oleh Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong.PPPK paruh waktu bernama Yuli Novitasari (29) menangis usai diduga dianiaya oleh Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong. Foto: Istimewa

Yuli kini mempertaruhkan kariernya demi mempertahankan harga diri. Dia menyadari akan adanya risiko diberhentikan dari PPPK Paruh Waktu setelah memutuskan membawa kasus ini ke jalur hukum.

"Saya tahu diri, saya tidak punya pegangan (bekingan) orang besar atau pejabat. Sudah sewajarnya sebagai orang kecil saya diinjak-injak sama orang yang punya jabatan dan kuasa," imbuh Yuli.

Kronologi Yuli Diduga Dianiaya Ketua DPRD Bone

Yuli sebelumnya menjelaskan bahwa penganiayaan itu terjadi di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7) sekitar pukul 14.30 Wita. Kejadian bermula saat Yuli diminta menyajikan kue untuk tamu Andi Tenri yang rencananya disambut di lounge DPRD Bone.

"Awalnya minta kue, baru dari meka ambilkan kue langsung kusediakan karena ada dua tamunya. Satu mau disediakan di lounge. Dia telepon ka lagi kalau ada tamunya. Saya bilang ada ji kuenya karena sudah dibagi dua," ujar Yuli kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

Saat itu Yuli mendapat informasi dari rekannya bahwa satu kue untuk tamu lainnya dibawa ke kantin. Dia sempat mengecek stok kue di lounge DPRD Bone.

"Di situ ada yang bertugas di lounge, saya bertanya di situ, 'mana kue, karena dua tamu'. Jadi dua kue tadi kusediakan," ucap Yuli.

Yuli pun memutuskan kembali ke ruangannya hingga mendapat panggilan dari Andi Tenri agar segera ke kantin. Setibanya di kantin, Yuli mendadak dilempar bosara atau wadah yang berisi sejumlah kue.

"Satu bosara kue dihamburkan ke muka saya, kemudian saya disiram air di muka, dilempar botol, dan dilempar botol lombok," papar Yuli.

Yuli hanya terdiam keheranan saat diperlakukan kasar oleh ketua DPRD Bone. Yuli merasa dipermalukan setelah dituding tidak mempersiapkan dengan baik hidangan kue untuk tamu.

"Tidak pernah ka bicara satu kata pun. Baru dia (ketua DPRD Bone) bilang, 'tappana (mukanya), mularang ka (kamu larang saya) makan kue? Siapa yang bayar itu kue, kamu kah'," kata Yuli menirukan omongan Andi Tenri.



(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads