Bupati Bone Minta Kontraktor Rehab 8 Irigasi Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Bupati Bone Minta Kontraktor Rehab 8 Irigasi Utamakan Tenaga Kerja Lokal

Agung Pramono - detikSulsel
Sabtu, 13 Jun 2026 16:43 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, saat melakukan groundbreaking daerah irigasi (DI) Bengo.
Foto: Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, saat melakukan groundbreaking daerah irigasi (DI) Bengo. (Agung Pramono/detikSulsel).
Bone -

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proyek pembangunan yang dilaksanakan di wilayahnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dia menekankan kualitas pekerjaan dengan menggunakan material dan tenaga kerja lokal.

"Setiap pelaksana proyek diharapkan memperhatikan penggunaan material lokal, menjaga kualitas pekerjaan, serta memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaannya. Hal itu yang harus menjadi perhatian bagi semua pelaksana proyek," kata Andi Asman kepada detikSulsel, Sabtu (13/6/2026).

Dia mengatakan, pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya sebuah proyek, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar. Penggunaan material lokal dinilai mampu menggerakkan perekonomian daerah, sementara keterlibatan tenaga kerja lokal dapat membuka lapangan pekerjaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya meminta seluruh kontraktor dan pihak terkait untuk bekerja secara profesional, sesuai spesifikasi teknis, serta mengedepankan transparansi dan tanggung jawab. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," katanya.

"Pemerintah Kabupaten Bone akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek-proyek pembangunan agar berjalan sesuai aturan. Harus tepat sasaran, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," sambung Andi Asman.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan bahwa Pemprov Sulsel telah membangun irigasi, kemudian Pemkab akan berupaya menuntaskan jalannya. Saat ini, Pemkab telah membangun jembatan yang menghubungkan antardesa untuk mempermudah akses warga.

"Kalau irigasinya bagus, jalannya juga bagus. Itu urusan bupati. Untuk jalan keluar ini yang menghubungkan Desa Mattaropuli, kami sudah kerja jembatannya Rp 8,9 miliar. Kita sudah kerja sedikit-sedikit agar meningkatkan produktivitas sektor pertanian," jelasnya.

Diketahui, Pemprov Sulsel merehabilitasi 8 titik irigasi yang merupakan peninggalan Belanda di Kabupaten Bone. Anggaran yang dikucurkan senilai total Rp 118 miliar.

"Ada 8 irigasi di Kabupaten Bone yang akan dilakukan rehabilitasi. Total anggarannya keseluruhan kurang lebih Rp 118 miliar," ujar Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman usai groundbreaking di Kecamatan Bengo, Sabtu (13/6).

Groundbreaking tersebut berlangsung di Daerah Irigasi (DI) Bengo Paket 2, Dusun Tonrongsepe, Desa Bengo, Kecamatan Bengo, Sabtu (13/6). Gubernur Sulsel didampingi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, bersama pejabat lingkup Pemprov Sulsel dan Pemkab Bone.

Andi Sudirman mengatakan, groundbreaking yang dilakukan di Bengo merupakan salah satu irigasi dari 8 yang akan dikerjakan di Bone. Apalagi, kata dia, irigasi di Bengo masih peninggalan Belanda.

"Ini (irigasi Bengo) salah satu irigasi yang dikerjakan di antara 8 irigasi di Bone. Irigasi ini dibangun di zaman Belanda, dan masih dimanfaatkan oleh petani sampai sekarang, hanya saja kondisi debit air yang kurang karena sudah ada kebocoran-kebocoran sepanjang saluran utamanya," katanya.

"Ini kita akan perbaiki semuanya, terutama yang terjadi kebocoran yang menyebabkan air tidak optimal mengaliri sawah. Petani ini bergantung pada irigasi, kalau musim hujan sekarang masih bisa diimbangi, karena ada air hujan. Kalau nanti masuk musim kemarau itu kesulitan untuk air, makanya kita akan tingkatkan," sambung Andi Sudirman.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads