Banjir di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebabkan dua orang meninggal dunia. Kedua korban yakni wanita lanjut usia (lansia) bernama Naima (80) dan bocah laki-laki bernama Muhammad Arsyah (6).
Hujan dengan intensitas tinggi awalnya mengguyur wilayah di Kota Watampone pada Kamis (7/5) malam. Banjir kemudian merendam sejumlah wilayah seperti Kelurahan Panyula, Biru, Masumpu, Toro, hingga Bajoe di Kecamatan Tanete Riattang Timur pada Jumat (8/5) pagi.
Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak banjir. Korban Naima lalu ditemukan tidak bernyawa di rumahnya di Lingkungan Rompe, Kelurahan Bajoe, sekitar pukul 08.30 Wita.
"Betul, kami menerima laporan ada lansia di Bajoe meninggal terjebak banjir. Korban ditemukan saat wilayah tersebut dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak malam hingga pagi hari," ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan kepada detikSulsel, Jumat (8/5/2026).
Tak berselang lama, tim SAR gabungan mendapat laporan bocah laki-laki tenggelam di selokan sekitar rumahnya yang terdampak banjir di Kelurahan Panyula. Saat dievakuasi, bocah laki-laki itu sudah dalam kondisi meninggal.
"Korban tambahan atas nama Muhammad Arsyah, Warga Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Korban ditemukan tenggelam di lokasi banjir," kata Andi Sultan.
Andi Sultan mengungkapkan sebanyak 67 warga dievakuasi dari 7 lokasi terdampak banjir di Kota Watampone. Wilayah yang dimaksud adalah Kelurahan Panyula, Biru, Masumpu, Toro, Bajoe, Jalan Sambaloge Baru, dan Jalan Yos Sudarso.
"Kami telah evakuasi 22 orang di Panyula, 13 orang di Jalan Yos Sudarso, 14 orang di Sambaloge Baru, Bajoe 15 orang. Rata-rata bayi dan lansia yang banyak dievakuasi," bebernya.
Kantor Kejaksaan-Polres Bone Terendam
Banjir tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas umum dan perkantoran di Kota Watampone terdampak. Di antaranya, kantor Polres Bone, Kejaksaan Negeri Bone, hingga SMPN 3 Watampone.
"Itu Polres, Kejaksaan, dan SMP 3 kan di Jalan Yos Sudarso, airnya naik dan langsung rendam itu semua. Paling parah di SMP 3 karena air sampai pinggang orang dewasa," ujar warga bernama Indra Gunawan (27).
Indra mengatakan kantor dan sekolah yang terendam banjir berada di Jalan Yos Sudarso. Wilayah tersebut memang diguyur hujan sejak Kamis malam hingga air mulai naik pada Jumat pagi.
"Dari tadi malam sekitar jam 9 malam hujan deras sampai tadi pagi sekitar jam 8. Makanya air naik hingga ke jalan, dan posisi kantor polres dan kejaksaan lebih rendah dibanding jalan poros makanya air lari turun semua," bebernya.
(hsr/hsr)