Tim SAR gabungan menemukan satu lagi korban meninggal dunia imbas banjir di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban yang baru ditemukan adalah bocah laki-laki bernama Muhammad Arsyah (6).
"Korban tambahan atas nama Muhammad Arsyah," ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan kepada detikSulsel, Jumat (8/5/2026).
Korban tenggelam di selokan sekitar rumahnya yang terendam banjir di Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, pagi tadi. Korban telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Korban ditemukan tenggelam di lokasi banjir," terangnya.
Andi Sultan mengungkapkan sebanyak 67 warga telah dievakuasi dari 7 lokasi terdampak banjir di wilayah Kota Watampone. Wilayah yang dimaksud adalah Kelurahan Panyula, Kelurahan Biru, Jalan Sambaloge Baru, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Masumpu, Keluruhan Toro, Kelurahan Bajoe.
"Kami telah evakuasi 22 orang di Panyula, 13 orang di Jalan Yos Sudarso, 14 orang di Sambaloge Baru, Bajoe 15 orang. Rata-rata bayi dan lansia yang banyak dievakuasi," bebernya.
Dia mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Utamanya bagi warga yang berada di kawasan rawan genangan serta keluarga yang memiliki anak-anak dan lansia.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan diri maupun keluarga di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan. Kami juga mengingatkan kepada orang tua untuk mengawasi anaknya," katanya.
Diketahui, seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Naima (80) lebih dulu ditemukan meninggal dunia terjebak banjir di rumahnya pagi tadi sekitar pukul 08.30 Wita. Korban tinggal di Lingkungan Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur
"Betul, kami menerima laporan ada lansia di Bajoe meninggal terjebak banjir. Sementara jenazahnya akan dievakuasi," ujar Andi Sultan, Jumat (8/5).
(hsr/asm)











































