Duka Banjir Bone Tewaskan Wanita Lansia dan Bocah 6 Tahun

Duka Banjir Bone Tewaskan Wanita Lansia dan Bocah 6 Tahun

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 09 Mei 2026 07:31 WIB
Banjir di Watampone, Sulsel, menyebabkan dua korban jiwa, Naima (80) dan Muhammad Arsyah (6).
Foto: Tim SAR gabungan menemukan satu lagi korban meninggal dunia imbas banjir di Bone. (dok. istimewa)
Bone -

Banjir di Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebabkan dua orang meninggal dunia. Kedua korban yakni wanita lanjut usia (lansia) bernama Naima (80) dan bocah laki-laki bernama Muhammad Arsyah (6).

Hujan dengan intensitas tinggi awalnya mengguyur wilayah di Kota Watampone pada Kamis (7/5) malam. Banjir kemudian merendam sejumlah wilayah seperti Kelurahan Panyula, Biru, Masumpu, Toro, hingga Bajoe di Kecamatan Tanete Riattang Timur pada Jumat (8/5) pagi.

Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak banjir. Korban Naima lalu ditemukan tidak bernyawa di rumahnya di Lingkungan Rompe, Kelurahan Bajoe, sekitar pukul 08.30 Wita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul, kami menerima laporan ada lansia di Bajoe meninggal terjebak banjir. Korban ditemukan saat wilayah tersebut dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak malam hingga pagi hari," ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan kepada detikSulsel, Jumat (8/5/2026).

Tak berselang lama, tim SAR gabungan mendapat laporan bocah laki-laki tenggelam di selokan sekitar rumahnya yang terdampak banjir di Kelurahan Panyula. Saat dievakuasi, bocah laki-laki itu sudah dalam kondisi meninggal.

ADVERTISEMENT

"Korban tambahan atas nama Muhammad Arsyah, Warga Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Korban ditemukan tenggelam di lokasi banjir," kata Andi Sultan.

Andi Sultan mengungkapkan sebanyak 67 warga dievakuasi dari 7 lokasi terdampak banjir di Kota Watampone. Wilayah yang dimaksud adalah Kelurahan Panyula, Biru, Masumpu, Toro, Bajoe, Jalan Sambaloge Baru, dan Jalan Yos Sudarso.

"Kami telah evakuasi 22 orang di Panyula, 13 orang di Jalan Yos Sudarso, 14 orang di Sambaloge Baru, Bajoe 15 orang. Rata-rata bayi dan lansia yang banyak dievakuasi," bebernya.

Bupati Bone Andi Asman meninjau lokasi banjir di Watampone. Dokumen IstimewaBupati Bone Andi Asman meninjau lokasi banjir di Watampone. Dokumen Istimewa

Kantor Kejaksaan-Polres Bone Terendam

Banjir tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas umum dan perkantoran di Kota Watampone terdampak. Di antaranya, kantor Polres Bone, Kejaksaan Negeri Bone, hingga SMPN 3 Watampone.

"Itu Polres, Kejaksaan, dan SMP 3 kan di Jalan Yos Sudarso, airnya naik dan langsung rendam itu semua. Paling parah di SMP 3 karena air sampai pinggang orang dewasa," ujar warga bernama Indra Gunawan (27).

Indra mengatakan kantor dan sekolah yang terendam banjir berada di Jalan Yos Sudarso. Wilayah tersebut memang diguyur hujan sejak Kamis malam hingga air mulai naik pada Jumat pagi.

"Dari tadi malam sekitar jam 9 malam hujan deras sampai tadi pagi sekitar jam 8. Makanya air naik hingga ke jalan, dan posisi kantor polres dan kejaksaan lebih rendah dibanding jalan poros makanya air lari turun semua," bebernya.

Pemkab Bone Buka Posko Bencana

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman meninjau lokasi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Watampone sejak subuh hari. Dia juga ikut mendata langsung kebutuhan dasar warga.

"Kami terjun langsung ke daerah lokasi banjir untuk memastikan kebutuhan warga benar-benar terdata dengan baik. Mulai dari kebutuhan pangan, dan kesehatan," ujar Andi Asman dalam keterangannya.

Bahkan, dia tampak menerobos genangan air untuk memastikan proses penanganan dan evakuasi warga berjalan optimal. Selain itu, dia memborong dagangan milik warga untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak banjir.

Andi Asman mengaku, langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga terdampak sekaligus membantu pelaku UMKM yang tetap berjualan di tengah bencana. Dia menegaskan hal ini sebagai kepedulian Pemkab Bone.

"Ini bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Kita ingin hadir langsung di tengah warga, baik yang terdampak banjir maupun pedagang kecil yang ikut merasakan dampaknya," jelasnya.

Setelah meninjau sejumlah titik banjir, Andi Asman memerintahkan jajarannya membuka posko bencana dan dapur umum di Kelurahan Panyula. Dia ingin memastikan warga terdampak banjir mendapat bantuan dan tempat yang aman.

"Saya sudah perintahkan Dinas Sosial untuk dirikan dapur umum di dekat Kantor Lurah Panyula, dan sejumlah titik terdampak banjir. Termasuk juga untuk posko bencana, agar warga memiliki tempat berteduh sementara," katanya.

Dia juga meminta seluruh jajarannya tetap siaga dan mempercepat langkah penanganan di lapangan. Termasuk distribusi bantuan bagi warga yang membutuhkan.

"Seluruh OPD terkait dan camat agar segera melakukan pemantauan dan penanganan masing-masing di wilayah kerja mengingat curah hujan sangat tinggi, ada beberapa titik mengalami banjir. Kami minta semua berkolaborasi pemerintah TNI, Polri agar bergerak cepat mengantisipasi dampak banjir dan memastikan kondisi masyarakat tetap aman," jelasnya.

Keluarga 2 Korban Dapat Santunan

Pemkab Bone kemudian memberikan santunan untuk dua korban meninggal dalam bencana banjir kali ini. Pihak keluarga dari masing-masing korban mendapatkan santunan sebesar Rp 5 juta.

"Santunan dari Bupati Bone itu masing-masing Rp 5 juta. Itu merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada warga yang terdampak bencana, khususnya keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya akibat banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Watampone," ujar Pj Sekda Bone Andi Tenriawaru.

Andi Tenri bersama Camat Tanete Riattang Timur Andi Habibie menyerahkan santunan di Kelurahan Panyula kepada keluarga almarhum Muh Arsyah. Pemberian santunan selanjutnya diberikan kepada keluarga korban Naima di Lingkungan Rompe, Kelurahan Bajoe.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone berbelasungkawa," katanya.

Halaman 2 dari 2
(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads