Seorang karyawan pria berinisial TL (22) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi korban pengeroyokan hingga jarinya putus ditebas samurai. Polisi telah menangkap tiga pelaku dan satu orang masih buron.
"Korban dikeroyok oleh 4 pelaku. Kami telah mengamankan 3 pelaku, yang satunya masih dalam pencarian dan identitasnya sudah diketahui," ujar Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan kepada detikSulsel, Jumat (1/5/2026).
Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Jalan Lapawawoi Karaeng Sigeri, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, pada Rabu (29/4) sekitar pukul 04.30 Wita. Tiga pelaku yang diamankan yakni, WL (17), NL (17), dan IR (17), sedangkan pelaku RI dalam penyelidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alvin mengatakan, korban awalnya duduk di depan ruko tempatnya bekerja yang menjual barang campuran. Para pelaku kemudian menyerang korban hingga jarinya putus ditebas samurai oleh pelaku RI.
"Pelaku RI diduga menggunakan senjata tajam jenis samurai dan menebas tangan korban hingga menyebabkan jari jempol kiri korban terputus. Selain itu, korban juga mengalami luka robek di bagian kepala, dan luka lebam di pundak kanan," terangnya.
Setelah dikeroyok, korban langsung ke rumah sakit untuk mengobati lukanya. Keluarga korban yang mengetahui hal tersebut melapor ke Polres Bone sekitar pukul 08.50 Wita.
"Para pelaku yang 3 orang baru kami amankan pada hari Kamis kemarin. Mereka mengakui menganiaya korban dengan melakukan pemukulan saja menggunakan tangan kosong, yang membawa samurai adalah temannya berinisial RI yang masih diselidiki," beber Alvin.
Dia menambahkan, motif penganiayaan dipicu persoalan dendam salah satu pelaku dengan korban. Sebelumnya, korban disebut terlibat aksi pengeroyokan terhadap salah satu pelaku.
"Kejadian ini diduga dilatarbelakangi aksi balas dendam. Korban sebelumnya disebut pernah terlibat dalam pengeroyokan terhadap salah satu pelaku," pungkas Alvin.
(hsr/hsr)











































