Bupati Bone Bentuk 50 Pasar, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Selama Ramadan

Bupati Bone Bentuk 50 Pasar, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Selama Ramadan

Agung Pramono - detikSulsel
Selasa, 17 Feb 2026 19:35 WIB
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman usai meninjau harga bahan pokok di Pasar Bajoe.
Foto: Bupati Bone Andi Asman Sulaiman usai meninjau harga bahan pokok di Pasar Bajoe. (Agung Pramono/detikSulsel)
Bone -

Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) membentuk sebanyak 50 pasar atau kios pangan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi lonjakan harga.

"Untuk stabilisasi harga kita akan buka pasar dengan melibatkan semua unsur pemerintah. Sebanyak 50 titik di Bone untuk intervensi agar masyarakat bisa menikmati pangan lokal, sehat, dan harga terjangkau," ujar Bupati Bone Andi Asman Sulaiman kepada detikSulsel, Selasa (17/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi Asman mengatakan, pasar-pasar tersebut tersebar di berbagai kecamatan dan menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Melalui intervensi ini, Pemkab Bone memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, stok aman, serta harga tetap terjangkau, terutama untuk komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

"Masing-masing saya minta lurah bangun boothnya di mana saja, bisa di rumah warga atau kerja sama dengan toko. Yang pasti ini salah satu cari dalam mengendalikan harga bahan pokok," katanya.

ADVERTISEMENT

"Sebagai contoh, di Kecamatan Mappesangka ditargetkan minimal tiga posko pangan. Posko ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan ketersediaan dan stabilitas harga, khususnya untuk komoditas paling krusial, yakni beras," sambung Andi Asman.

Dia menjelaskan, pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, distributor, dan pelaku usaha untuk memantau pergerakan harga secara berkala. Operasi pasar dan pengawasan lapangan dilakukan intensif agar tidak terjadi penimbunan maupun praktik spekulasi yang merugikan masyarakat.

"Pemkab Bone berharap keberadaan 50 pasar pengendali ini mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama Ramadan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di Bone. Kami berkomitmen memastikan kebutuhan pangan warga tetap aman dan terkendali hingga hari raya Idul Fitri," jelasnya.



(ata/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads