Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) meminta Jembatan Salujambu yang menghubungkan Kabupaten Luwu dan Kabupaten Luwu Utara segera dibuka untuk masyarakat setelah pembangunannya rampung 100%. Pemanfaatan jembatan dinilai tidak perlu menunggu seremoni peresmian, sehingga akses transportasi dan mobilitas warga dapat berjalan lancar.
Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulsel, Muh Salim Basmin mengaku, hal ini sesuai dengan arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Dalam arahannya, Andi Sudirman menekankan pentingnya memastikan infrastruktur yang telah selesai dibangun segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Sesuai arahan Bapak Gubernur, Jembatan Salujambu segera dibuka tidak perlu menunggu peresmian. Yang terpenting, masyarakat bisa segera memanfaatkan jembatan untuk akses transportasi dan mobilitas sehari-hari," kata Salim Basmin dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salim melanjutkan, penyelesaian pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari rampungnya pekerjaan fisik. Hal ini juga dilihat dari manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Jangan sampai masyarakat harus menunggu terlalu lama. Sepanjang pemeriksaan teknis akhir telah terpenuhi dan jembatan dinyatakan aman untuk dilalui," ujarnya.
Diketahui, Jembatan Salujambu menghubungkan Desa Salujambu, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, dengan Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Jembatan dibangun melalui Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2025 senilai Rp 16 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp 13 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan Jembatan Salujambu. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 70 meter dan lebar 4 meter, dengan konstruksi yang memadukan struktur beton dan rangka baja.
