Program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus digenjot. Program ini kini membuat ruas Jalan Salaonro-Batas Kabupaten Wajo sepanjang 8,23 kilometer semakin mulus.
Diketahui, ruas jalan itu bagian dari program MYP Jalan Paket 4. Secara keseluruhan, Paket 4 mencakup penanganan 15 ruas jalan sepanjang 286,80 kilometer di sejumlah wilayah Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone dengan nilai anggaran Rp 615 miliar.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan kondisi pada bagian ruas jalan ini sebelumnya masih berupa lapisan agregat dengan permukaan yang kasar. Bahkan belum dilengkapi lapisan perkerasan beraspal sebelum penanganan.
"Alhamdulillah kini perubahan kondisi jalan terlihat jelas. Permukaan jalan telah mendapatkan lapisan perkerasan beraspal dengan kondisi yang lebih rata, sementara bagian bahu jalan juga telah ditangani dengan lapisan beton," kata Andi Sudirman dalam keterangannya dikutip, Selasa (6/10/2026).
Andi Sudirman mengatakan, perubahan tersebut tidak hanya membuat tampilan jalan menjadi lebih baik. Pembangunan ini juga meningkatkan fungsi jalan sebagai prasarana transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat.
"Insyaallah proses pembangunan kita lakukan secara bertahap, supaya semua ruas di sejumlah wilayah hasilnya bisa lebih mantap," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Muhammad Rosyadi, menyampaikan, salah satu penanganan perkerasan pada lokasi tersebut menggunakan Laston Lapis Aus (AC-WC/Asphalt Concrete Wearing Course). Secara teknis, AC-WC merupakan lapisan permukaan pada perkerasan lentur yang bersentuhan langsung dengan lalu lintas.
Lapisan ini berperan dalam menyediakan permukaan jalan yang lebih rata dan memiliki tingkat kekesatan yang memadai. Sekaligus meningkatkan kenyamanan dan ketahanan permukaan jalan terhadap pengaruh lalu lintas serta kondisi lingkungan.
"Tidak hanya permukaan jalan, penanganan juga mencakup elemen pendukung berupa sistem drainase di sisi jalan. Keberadaan drainase menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja jalan karena berfungsi mengendalikan dan mengalirkan air permukaan agar tidak menggenang di sekitar badan jalan. Agar potensi kerusakan perkerasan akibat pengaruh air dapat diminimalkan," jelasnya.
Bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan ini, perubahan tersebut bukan sekadar tentang permukaan jalan yang kini terlihat lebih baik. Jalan yang lebih mantap berarti perjalanan yang lebih nyaman, mobilitas yang lebih lancar, serta dukungan yang lebih baik bagi aktivitas ekonomi dan distribusi barang antarkawasan.
"Melalui program MYP ini, kita terus mendorong penanganan infrastruktur secara bertahap dengan memperhatikan tidak hanya lapisan perkerasan, tetapi juga berbagai elemen pendukung jalan," pungkas Rosyadi.
Simak Video "Cold Patch JMTM 31: Efektivitas dan Keberlanjutan dalam Perbaikan Jalan"
(sar/ata)