Sebanyak 100 kepala sekolah (kepsek) tingkat SMA/SMK bakal mengikuti Ramadan Leadership Camp di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Para kepala sekolah akan diberikan materi terkait kepemimpinan termasuk tata kelola dan memperkuat integritas.
Ramadan Leadership Camp rencananya akan dipusatkan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada 22-28 Februari 2026. Pemprov Sulsel membahas persiapan kegiatan ini melalui rapat di Ruang Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel pada Rabu (18/2/2026).
"Pada dasarnya kepala sekolah adalah guru yang mendapat penugasan, tetapi dalam praktiknya mereka merupakan pimpinan manajerial di sekolah. Karena itu, peningkatan kapasitas kepemimpinan menjadi sangat penting," ujar Kepala Disdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin dalam keterangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iqbal menjelaskan, keterlibatan kepala sekolah dalam Ramadan Leadership Camp merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan pendidikan di daerah. Penugasan 100 kepsek dalam kegiatan itu berdasarkan arahan gubernur Sulsel.
"Ini adalah kebijakan Bapak Gubernur melalui program retreat dan leadership camp. Kami diminta mengikutkan kepala sekolah agar ada peningkatan kompetensi, khususnya dalam kepemimpinan dan tata kelola," katanya.
Menurut Iqbal, salah satu materi penting yang akan diterima peserta adalah pengelolaan keuangan sekolah, khususnya terkait Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Kepala sekolah mengelola dana BOS, sehingga sangat penting bagi mereka memahami tata kelola keuangan yang benar, akuntabel, dan sesuai aturan," ujar Iqbal.
Selain pengelolaan keuangan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai aturan pemerintahan, mitigasi persoalan administrasi, serta pencegahan risiko hukum dalam pengelolaan keuangan dan administrasi sekolah.
"Saya kira kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan wawasan kita semua dan semoga berdampak langsung pada peningkatan kualitas kepemimpinan di sekolah," tutur Iqbal.
Ramadan Leadership Camp diharapkan menjadi sarana pembentukan pejabat dan pimpinan pendidikan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan akhlak kepemimpinan yang kuat dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Program ini merupakan arahan langsung Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman agar seluruh pejabat memahami secara utuh peran dan tanggung jawabnya dalam tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Peserta kegiatan mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Administrator, Pengawas, serta kepala sekolah di lingkup Pemprov Sulsel. Kegiatan ini akan menghadirkan menteri dan pimpinan lembaga negara, unsur Forkopimda Sulsel, perwakilan BPK Sulsel, akademisi, serta praktisi hukum dari berbagai perguruan tinggi.
