Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) akan menggelar kegiatan Ramadan Leadership Camp di Makassar. Kegiatan ini dirancang sebagai penguatan kapasitas dan integritas pejabat lingkup Pemprov Sulsel selama Ramadan.
Ramadan Leadership Camp akan dipusatkan di Asrama Haji Sudiang Makassar pada 22-28 Februari 2026. Kepala BPSDM Sulsel Prof Muhammad Jufri mengatakan, program diinisiasi langsung Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman agar seluruh pejabat memahami secara utuh peran dan tanggung jawabnya dalam tata kelola pemerintahan.
"Ide lengkapnya ini sebenarnya dari arahan pimpinan dalam hal ini Bapak Gubernur Sulsel, yang mempunyai keinginan kuat supaya seluruh pejabat di lingkup Pemprov, mulai dari eselon II pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga kepala sekolah, betul-betul memahami peran dan tanggung jawabnya. Tujuannya agar tidak melakukan kesalahan, apalagi yang berulang, padahal sebenarnya bisa dihindari," ujar Prof Jufri dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, gubernur menekankan penguatan kompetensi pejabat pada empat aspek utama, yakni pengelolaan keuangan daerah, pengadaan barang dan jasa, penguatan kepatuhan dan pencegahan tindak pidana korupsi, serta penguatan karakter dan akhlak.
"Selama tujuh hari pelaksanaan, retreat akan diisi dengan ceramah umum dan sesi penguatan kebijakan strategis nasional dengan mengundang sejumlah menteri, di antaranya Menteri Dalam Negeri Bapak Tito Karnavian, Menteri Keuangan Bapak Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Pertahanan Bapak Sjafrie Sjamsoeddin," tambahnya.
Panitia juga mengundang pimpinan lembaga negara seperti Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Isma Yatun, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto, serta Dirjen Keuangan Daerah dan LKPP.
Kegiatan ini akan menghadirkan unsur Forkopimda Sulsel sebagai pembicara lokal. Mereka adalah Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dan Kajati Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi.
"Peserta juga akan mendapatkan materi dari perwakilan BPK RI Sulsel, akademisi, serta praktisi hukum dari berbagai perguruan tinggi," jelas Prof Jufri.
Prof Jufri menambahkan, pendekatan retreat dipilih agar pembelajaran berlangsung lebih intensif, reflektif, dan terintegrasi antara penguatan kompetensi teknis dan pembinaan karakter kepemimpinan. Dia berharap kegiatan ini bisa memaksimalkan kinerja birokrasi ke depan.
"Diharapkan, para pejabat mampu menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih, patuh regulasi, dan berorientasi pelayanan publik," tandasnya.
