Pakar Nilai Program Infrastruktur Pemprov Sulsel Pacu Ekonomi Tumbuh 5,43%

Pakar Nilai Program Infrastruktur Pemprov Sulsel Pacu Ekonomi Tumbuh 5,43%

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Sabtu, 07 Feb 2026 10:30 WIB
Pakar Nilai Program Infrastruktur Pemprov Sulsel Pacu Ekonomi Tumbuh 5,43%
Foto: Pakar Ekonomi asal Unhas Prof Marsuki DEA. (dok. istimewa)
Makassar -

Pakar ekonomi asal Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Marsuki mengapresiasi ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tumbuh 5,43% secara kumulatif (c-to-c) selama 2025. Marsuki menganggap pertumbuhan itu turut dipicu pembenahan infrastruktur hingga hilirisasi yang di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

"Data BPS yang baru dirilis menunjukkan perekonomian Sulsel secara umum mengalami perbaikan yang cukup signifikan. Ini menjadi indikasi positif bahwa secara statistik, ekonomi Sulsel mampu bertahan dan tumbuh di tengah membuncahnya ketidakpastian ekonomi global," kata Prof Marsuki dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2026).

Prof Marsuki juga menyebutkan program Multi Years Project (MYP) senilai Rp 3,7 triliun yang dilaksanakan bersama pemerintah kabupaten/kota turut berkontribusi. Program yang diinisiasi gubernur Sulsel itu membenahi sektor infrastruktur yang berdampak pada perekonomian secara makro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebijakan ini terlihat nyata pada pembenahan infrastruktur konektivitas jalan lintas daerah, peningkatan layanan kesehatan, serta sektor pendidikan. Dampaknya cukup luas terhadap perbaikan indikator makro ekonomi Sulsel," urainya.

Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Sulsel tidak berdiri sendiri, melainkan didorong oleh proses transformasi struktural. Dalam hal ini dari ekonomi semi-tradisional menuju ekonomi yang lebih modern dan bernilai tambah tinggi.

ADVERTISEMENT

Marsuki mengaku sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Sulsel dengan kontribusi sekitar 23%. Kendati begitu, Prof Marsuki menekankan wajah sektor ini telah banyak berubah melalui program hilirisasi.

"Produk-produk strategis seperti padi, rumput laut, hingga komoditas tambang kini tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi telah diolah sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi di pasar," jelasnya.

Transformasi tersebut juga diperkuat dengan penggunaan teknologi bibit unggul di sektor pertanian. Khususnya untuk komoditas padi dan jagung di daerah yang berkontribusi langsung pada peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Selain sektor primer, peran sektor jasa dinilai semakin dominan dan bahkan menjadi penentu utama perekonomian Sulsel pada tahun 2025. Aktivasi sebagai hub ekonomi Kawasan Timur Indonesia (KTI), yang mendorong pesatnya sektor transportasi serta logistik.

Hal itu didukung oleh lembaga keuangan perbankan dan nonbank, serta percepatan digitalisasi keuangan, sektor jasa keuangan dan jasa lainnya berkembang signifikan dan menopang perputaran ekonomi, khususnya pada sektor UMKM.

"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulsel ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga, konsumsi non-rumah tangga, serta konsumsi pemerintah. Selain itu, peningkatan investasi dan ekspor komoditas unggulan turut memberikan kontribusi positif," imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Sulsel 2025 tumbuh sebesar 5,43%. Capaiannya lebih tinggi dibanding tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,02 persen (c-to-c).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa lainnya sebesar 10,80%. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,85%.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Setda Sulsel, Syamsul menyebut capaian ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis Pemprov Sulsel. Program yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat terus diimplementasikan di tengah tekanan ekonomi global yang tinggi dan tidak menentu.

"Di tengah kondisi dan tekanan ekonomi global yang tinggi dan tak menentu, berbagai program dan kebijakan strategis Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, terus diimplementasikan," ujar Syamsul dalam keterangannya.




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads