Tangan Kreatif Petani Enrekang Rakit Pesawat Terbang dari Mesin Motor Bekas

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 04 Agu 2022 09:02 WIB
Pesawat buatan petani di Enrekang.
Foto: Rachmat Ariadi
Enrekang -

Ibrahim (42) menjadi perbincangan usai merakit pesawat terbang menggunakan mesin motor bekas sebagai salah satu bahan utamanya. Menariknya, Ibrahim hanyalah seorang petani di Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ibrahim mengatakan idenya ini berawal dari kekagumannya melihat pesawat tempur di televisi. Dia lalu mulai mengeksekusi idenya merakit pesawat di Desa Tirowali, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang.

"Sejak kecil memang saya suka lihat pesawat tempur di TV. Sudah tiga kali naik pesawat," kata Ibrahim saat berbincang dengan detikSulsel, Selasa (2/8/).


"Tapi kalau saya naik pesawat saya perhatikan betul baik-baik secara detil. Bagaimana barang ini bisa terbang. Nah ide rakit pesawat itu dari sana," sambung Ibrahim.

Ibrahim mulai merakit pesawat buatannya pada akhir 2020 lalu dengan cara mengutak-atik mesin motor 150 CC yang sudah tak terpakai. Beberapa bahan yang dibutuhkan untuk pesawatnya dikumpulkan dari barang-barang bekas yang diambil di bengkel sekitar rumahnya.

"Ini mesin motor bekas yang kupakai, kekuatannya 150 CC. Tapi ada juga bahan-bahan bekas lainnya yang saya kumpul dari bengkel di sekitar rumah," ujarnya.

"Contohnya seng, besi bekas dan lain-lain. Nah saya mulai rakit itu sekitar akhir tahun 2020," katanya.

Ibrahim Hanya Petani

Menurut Ibrahim, dirinya sama sekali tak memiliki dasar untuk merakit pesawat. Kesehariannya hanya bertani, termasuk karena background pendidikannya adalah sarjana hukum.

Meski demikian, kata dia, mimpinya dari kecil untuk menciptakan pesawat terbang sendiri membuatnya termotivasi membaca di berbagai referensi.

"Saya petani tapi sarjana hukum. Sama sekali tidak ada dasar itu (merakit pesawat). Tapi namanya mimpi yah, itu membuat saya belajar, baca berbagai buku, sama referensi di internet juga," ungkapnya.

Ibrahim mengaku sempat diragukan oleh beberapa kerabat selama proses merakit pesawatnya. Bahkan pada pertengahan 2021, dirinya sempat berhenti merakit pesawat impiannya itu.

Ini dikarenakan beberapa bahan untuk melengkapi pesawatnya yang sulit ditemukan, sehingga Ibrahim harus merogoh kocek untuk membiayai pesawatnya itu.

"Iya beberapa kerabat dan tetangga bilang untuk apa buat seperti itu tidak ada gunanya. Jadi saya sempat drop juga. Pertengahan 2021 itu saya berhenti merakit, ada beberapa bahan saya tidak temukan di bengkel jadi harus beli, harganya lumayan kalau dijumlahkan semua ya hampir Rp 30 juta lah," terang Ibrahim.

Baru pada Desember 2021, Ibrahim berhasil merampungkan pesawat terbangnya. Menurutnya, pesawat terbangnya itu masih jauh dari kata sempurna, namun dirinya tetap puas bisa menggapai mimpi kecilnya itu.

Kini pesawat rakitan Ibrahim masih terparkir di kolong rumahnya di desa Tirowali. Dirinya masih menunggu persetujuan Pemerintah Kabupaten Enrekang untuk menggunakan kebun raya Enrekang sebagai landasan pacu.

"Kalau menyala kencang. Cuma kalau terbang perdana kita butuh jalur landasan yang panjang. Kita sudah meminta izin, semoga dalam waktu dekat," tandas Ibrahim.



Simak Video "Fenomena Tanah Bergerak di Enrekang Sulsel, 32 Rumah Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)