John Herdman memulai karier melatih di Selandia Baru, lanjut ke Kanada. Kini John Herdiman menukangi Timnas Indonesia.
PSSI merekrut John Herdiman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Pelatih kelahiran Consett, Inggris, 19 Juli 1975 itu dikabarkan diikat kontrak selama dua musim.
Timnas Indonesia merupakan tim yang melaju hingga babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Tapi kini, Skuad Garuda sedang kesulitan.
Gagal lolos ke Piala Dunia 2026 membuat PSSI memecat Patrick Kluivert. Seluruh asisten dan tim yang dibawa Kluivert juga didepak.
Perjalanan Karier John Herdiman
Nama John Herdman bukan sosok asing dalam peta sepak bola internasional. Selama lebih dari 23 tahun, dia membangun reputasi sebagai arsitek tim nasional, melintasi tiga benua dan berbagai level kompetisi tertinggi dunia.
Perjalanannya dimulai di Selandia Baru, tempat ia mengabdikan satu dekade awal kariernya sebagai Direktur Pengembangan Regional dan Nasional pada periode 2001 hingga 2011. Fase ini dianggap sebagai fondasi penting, bukan hanya dalam membentuk filosofi kepelatihannya, tetapi juga dalam membangun sistem dan kultur sepak bola jangka panjang.
Kepercayaan kemudian datang dalam peran yang lebih besar. Herdman ditunjuk sebagai kepala pelatih Timnas Putri Selandia Baru, sebuah tugas yang mengantarkannya pada pencapaian bersejarah.
Di bawah kepemimpinannya, Selandia Baru untuk pertama kalinya lolos ke Olimpiade Beijing 2008 dan tampil di FIFA Women's World Cup 2011. Dua momen yang mengubah peta sepakbola putri negara tersebut.
Babak berikutnya terbuka di Kanada. Sejak 2011, Herdman dipercaya memimpin Timnas Putri Kanada hingga 2018, sebelum melanjutkan tugas sebagai kepala pelatih Timnas Putra Kanada pada periode 2018 hingga 2023.
Di Kanada, namanya semakin dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim nasional secara berkelanjutan. Mulai dari pembinaan hingga prestasi di panggung dunia.
Puncak perhatian datang ketika pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut membawa Timnas Putra Kanada kembali ke FIFA World Cup 2022, mengakhiri penantian selama 36 tahun. Pada periode yang sama, Kanada juga mencatatkan peringkat FIFA tertinggi sepanjang sejarah di posisi ke-32 pada Februari 2022.
(ata/sar)