Bos PSM Tak Masalah Sanksi PSSI ke Arema Dianggap Ringan: Keputusan Terbaik

PSM Makassar

Bos PSM Tak Masalah Sanksi PSSI ke Arema Dianggap Ringan: Keputusan Terbaik

Alfiandis - detikSulsel
Kamis, 06 Okt 2022 12:46 WIB
CEO PSM Makassar, Sadikin Aksa (tengah) merespons tragedi Kanjuruhan.
Foto: CEO PSM Makassar, Sadikin Aksa (tengah). (Alfiandis/detikSulsel)
Makassar -

Direktur Utama PSM Makassar Sadikin Aksa tidak mempersoalkan sanksi yang diterima Arema FC dari Komite Displin (Komdis) PSSI. Ia yakin apa yang diputuskan Komdis PSSI adalah yang terbaik untuk sepak bola Indonesia.

"Apapun keputusan itu adalah keputusan yang terbaik yang dilakukan dan kepentingan untuk sepak bola Indonesia ke depannya," ujar Sadikin Aksa kepada detikSulsel, Rabu (5/10/2022).

Diketahui Komdis PSSI menjatuhan 3 sanksi kepada Arema FC setelah Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 131 orang meninggal. Insiden tersebut terjadi saat laga Arema FC menjamu tamunya Persebaya Surabaya (1/10) lalu.


Sanksi pertama adalah Arema dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari homebase Malang dengan jarak 210 kilometer dari lokasi. Selain itu, Arema FC juga dikenakan sanksi Rp 250 juta.

Kedua, Ketua Panitia Pelaksana Arema FC Abdul Haris tidak diperbolehkan beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup. Sementara sanksi ketiga diberikan kepada Security Officer Arema FC, Suko Sutrisno yang juga dilarang beraktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup.

"Karena itu keputusan dari komite disiplin dan PSSI, itulah yang terbaik," ujar Sadikin.

Sebelumnya, Mantan Pelatih Arema, Tony Ho menyesalkan sanksi Komdis PSSI kepada tim Arema FC terkait Tragedi Kanjuruhan yang terlalu ringan. Menurutnya tim Arema FC harusnya disanksi degradasi.

"Harus turun kasta. Kok cuman kena denda Rp 250 juta," kata Tony Ho kepada detikSulsel, Selasa (4/10).

Tony Ho yang pernah melatih Arema mendampingi Miroslav Janu pada Divisi Utama Liga Indonesia 2007 menilai, Tragedi Kanjuruhan bukan insiden biasa dan harus disikapi dengan serius. Apalagi kejadian ini menjadikan sepak bola Indonesia tercoreng di mata dunia.

"Ini adalah kejadian luar biasa, seharusnya klub Arema kena sanksi berat. Semua yang terlibat dan bersalah dihukum. Nyawa lebih berharga dari pada sepak bola itu sendiri," terang pria kelahiran Makassar tersebut.



Simak Video "Suporter PSM Makassar Gelar Aksi Bakar Lilin untuk Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/hmw)