2 Versi Nasib Liga 1: Disetop hingga Waktu Tak Ditentukan atau Ditunda 2 Pekan

Tragedi Kanjuruhan

2 Versi Nasib Liga 1: Disetop hingga Waktu Tak Ditentukan atau Ditunda 2 Pekan

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 05 Okt 2022 08:45 WIB
Ketum PSSI M Iriawan.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan Foto: Bima Bagaskara/detikJabar
Makassar -

Dua versi terkait nasib kompetisi Liga 1 musim 2022/2023 mengemuka setelah disetop sementara akibat Tragedi Kanjuruhan. PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengatakan kompetisi dijeda selama 2 pekan, sedangkan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan penundaan Liga hingga waktu yang tidak ditentukan.

Liga 1 diputuskan berhenti sementara imbas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim) yang menewaskan 125 orang dan menyebabkan 323 lainnya luka-luka. Hal tersebut terjadi saat duel Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

Aremania masuk ke dalam lapangan usai pertandingan karena tidak terima tim kesayangannya, Arema FC kalah 2-3 atas Persebaya Surabaya. Aksi yang berujung anarkis itu kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata oleh kepolisian ke tribun penonton.


Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan memutuskan untuk menunda kompetisi hingga batas yang ditentukan. Hal ini tak terlepas agar Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan dapat bekerja lebih fokus.

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan hingga waktu yang tidak ditentukan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," terang Mochamad Iriawan pada (3/10).

Sementara PT LIB selaku operator kompetisi berkata lain, LIB memutuskan pertandingan di kompetisi Liga 1 dan Liga 2 ditunda selama 2 pekan imbas Tragedi Kanjuruhan.

Dilansir dalam situs resmi PT LIB, operator liga memutuskan untuk menunda Liga 1 2022/2023 dan Liga 2 2022/2023 selama dua pekan. Perihal keputusan tersebut, LIB telah bersurat kepada klub peserta.

Pada putusan LIB itu terdapat dua poin yang menjadi dasar penundaan kompetisi. Seperti pada surat yang dikirim ke klub dengan nomor 583/LIB-KOM/X/2022 dan 584/LIB-KOM/X2022.

Pertama terkait insiden pasca pertandingan pada pekan ke-11 antara tuan rumah Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada 1 Oktober lalu.

Kedua berdasar rapat koordinasi pada 2 Oktober yang dipimpin Menko PMK dan dihadiri oleh Menpora, Kapolri, Gubernur Jawa Timur, Anggota Komisi X DPR RI, Kapolda Jawa Timur, Pangdam Brawijaya dan unsur terkait yang menangani tragedi di Kanjuruhan.

"Selanjutnya, PT LIB akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi kepada Klub peserta Liga 1 2022/2023 dan segala perkembangan akan diinformasikan pada kesempatan pertama," tulis surat yang di tanda tangani oleh Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Dengan keadaan ini, kompetisi masih dalam masalah tumpang-tindih akibat kedua federasi sepak bola tertinggi berbeda versi. Hasilnya, para klub Liga 1 masih kebingungan terkait jadwal tersebut.



Simak Video "Suporter PSM Makassar Gelar Aksi Bakar Lilin untuk Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(afs/sar)