3 Sanksi PSSI untuk Arema FC Dinilai Tak Sebanding Korban Tragedi Kanjuruhan

3 Sanksi PSSI untuk Arema FC Dinilai Tak Sebanding Korban Tragedi Kanjuruhan

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 05 Okt 2022 06:30 WIB
Tragedi maut usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) menewaskan 125 orang. Mari bantu donasi di berbuatbaik.
Tragedi maut usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) menewaskan 125 orang. Foto: berbuatbaik.id
Makassar -

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan 3 sanksi untuk Arema FC terkait Tragedi Kanjuruhan. Namun hukuman tersebut dinilai tidak sebanding dengan korban jiwa yang ditimbulkan.

Tragedi Kanjuruhan menjadi perhatian dunia, sebab ada 125 orang tewas akibat kericuhan seusai laga pekan ke-11 Liga 1 2022 antara Arema Vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) lalu.

"Ini adalah kejadian luar biasa, seharusnya klub Arema harus kena sanksi berat. Nyawa manusia lebih Penting dari pada sepakbola itu sendiri," kata Eks Pelatih Arema FC, Tony Ho kepada detikSulsel, Selasa (4/10/2022).


Diketahui Komdis PSSI menjatuhkan 3 sanksi untuk Arema FC. Sanksi pertama adalah tim Singo Edan dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah.

Harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari homebase Malang dengan jarak 210 kilometer dari lokasi. Selain itu, Arema FC juga dikenakan sanksi Rp 250 juta.

"Lah kok cuman kena denda Rp 250 juta. Ini otaknya PSSI uang saja, punya rasa hormatlah pada korban. Bicaranya uang aja, rasanya tidak tepat," sesal pelatih asal Makassar tersebut.

Sanksi kedua adalah Ketua Panitia Pelaksana Arema FC, Abdul Haris tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup. Kemudian sanksi ketiga adalah, Security Officer Arema FC, Suko Sutrisno juga dilarang beraktivitas di lingkungan sepakbola seumur hidup.

"Semua yang terlibat dan bersalah. Ini sudah ada team investigasi, biar mereka kerja dan kita lihat hasilnya. Ini tidak bisa main-main, nyawa lebih berharga dari pada sepak bola itu sendiri," tegasnya.

Diketahui, Pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk menginvestigasi penyebab Tragedi Kanjuruhan yang menelan 125 korban jiwa.

Di sisi lain, PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional juga melakukan investigasi sendiri. Hasilnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh tuan rumah Arema FC.

"Kepada klub Arema FC dan panitia pelaksananya keputusannya adalah dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah. Dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari homebase Malang. Kemudian itu jaraknya 210 kilometer dari lokasi," Kata Ketua Komdis PSSI, Erwin Tobing dilansir dari detikSport, Selasa (4/10).

"Kedua, klub Arema FC dikenakan sanksi Rp 250 juta. Yang ketiga, pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat pada hukuman yang lebih berat. Ini adalah hasil sikap kepada klub dan panitia pelaksananya pada Oktober kemarin," sambungnya.



Simak Video "Fakta-fakta Demo Ricuh Berujung Kantor Arema FC Dirusak"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)